SAMARINDA – Ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar aksi demonstrasi, Senin (15/9/2025) di depan Rektorat Polnes. Aksi ini digelar untuk menuntut penuntasan ‘3 dosa besar’ di kampus yakni pelecehan, perundungan, dan kekerasan fisik.
Massa aksi berkumpul sejak pukul 08.00 WITA di belakang Kantin Danau, lalu bergerak menuju halaman Rektorat. Dalam aksinya mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama yaitu penindakan tegas terhadap pelaku 3 dosa besar, pembenahan Satgas PPKPT agar independen dan berani melakukan investigasi hingga ke jurusan, pihak rektorat harus menyatakan sikap yang berpihak pada mahasiswa serta peningkatan fasilitas penunjang kampus, termasuk penerangan untuk mencegah maraknya kasus pelecehan.
Humas aksi, Reza Dwi Saputra, menyampaikan mahasiswa tidak akan berhenti mendesak hingga rektorat menunjukkan komitmen nyata.
“Harga diri mahasiswa tidak bisa dibeli dengan apa pun. Kami menuntut pihak rektorat menyatakan sikap tegas dan menandatangani MoU penyelesaian masalah ini. Kami beri waktu tujuh hari, kalau tidak, kami akan kembali turun aksi,” ujarnya.
Aksi yang berlangsung damai tersebut kemudian direspons oleh pihak rektorat. Perwakilan rektorat menemui mahasiswa dan berjanji akan menyelesaikan masalah yang disuarakan pada aksi tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Selain mendesak penanganan serius terhadap kasus pelecehan, perundungan, dan kekerasan fisik, mahasiswa menuntut fasilitas kampus segera dibenahi. Mereka menilai Satgas PPKPT tidak boleh lagi bekerja di bawah intervensi pihak mana pun dan ketika tidak efektif sebaiknya dibubarkan.
Aksi mahasiswa dipimpin oleh Nanda sebagai koordinator lapangan dengan dukungan tim yang terdiri dari Reza Dwi Saputra (Humas), Hanifian (kronologi), dan Dika (media).
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





