Geopolitik Terus Memanas, Komisi II DPRD Kaltim Ingatkan Ancaman Krisis Energi

SAMARINDA – Memanasnya situasi geopolitik global akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai mendapat sorotan di daerah. Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sabaruddin Panrecalle, mengingatkan dampak perang internasional dapat menjalar hingga ke stabilitas ekonomi dan ketahanan energi di Indonesia.

Sabaruddin menilai eskalasi konflik global yang kini ramai diberitakan media internasional menjadi peringatan serius bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ia menyebut situasi geopolitik yang memanas sebenarnya telah lama diprediksi oleh pemerintah pusat sebagai potensi ancaman global.

“Kita sudah menyaksikan bahwa media internasional sudah memberikan pemberitaan. Geopolitik ini sebenarnya sudah diprediksi sejak beberapa bulan bahkan beberapa tahun lalu,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya apabila konflik besar benar-benar terjadi dan meluas, dampaknya bukan hanya pada negara yang terlibat langsung, tetapi pada stabilitas ekonomi dunia terutama sektor energi dan cadangan logistik.

Ia menyinggung pernyataan pemerintah pusat yang pernah menyebut cadangan energi nasional hanya mampu bertahan dalam waktu relatif singkat apabila terjadi krisis global.

“Cadangan kita disebut hanya berlaku sekitar 21 sampai 22 hari. Ini tentu perlu diwaspadai,” kata Sabaruddin.

Dirinya menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional termasuk kesiapan cadangan strategis.

Ia mempertanyakan mengapa Indonesia belum memiliki sistem penyimpanan cadangan energi berskala besar seperti bunker atau fasilitas penimbunan strategis yang mampu menopang kebutuhan nasional dalam kondisi darurat.

“Pertanyaannya kenapa tidak disiapkan bunker besar atau tempat cadangan yang memadai. Artinya memang kesiapan itu masih perlu dipikirkan lebih serius,” ujarnya.

Meski demikian, Sabaruddin menegaskan pemerintah Indonesia sejauh ini telah berupaya mengambil peran diplomatik untuk mendorong perdamaian di tengah konflik global tersebut.

Sebagai wakil rakyat di daerah, DPRD Kaltim hanya bisa berharap agar konflik tidak meluas hingga berdampak langsung ke Indonesia.

“Kita di daerah ini hanya bisa banyak berdoa dan berikhtiar semoga tidak terjadi dampak besar di Indonesia,” sebutnya.

Pada Ramadan saat ini, ia mengajak semua pihak mendoakan masyarakat yang terdampak konflik agar situasi internasional dapat segera mereda.

“Kita mendoakan saudara-saudara kita di sana. Mudah-mudahan dunia ini bisa sama-sama menahan diri dan mencari jalan damai,” ungkapnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI