SAMARINDA – Polemik pengguliran hak angket terhadap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud terus menjadi perhatian publik. Dinamika politik di DPRD Kaltim bahkan mulai mendapat sorotan dari jajaran elite pusat Partai Gerindra.
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra sekaligus Anggota DPR RI, Gerardus Budisatrio Djiwandono, menegaskan pihaknya tetap memantau perkembangan politik yang terjadi di Kalimantan Timur. Menurutnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi perhatian utama dalam setiap proses demokrasi yang berlangsung.
“Ya pastinya kami di pusat terus mengikuti perkembangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat di Kaltim” ujar Budisatrio, Jumat (8/5/2026) di Samarinda.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur, Budisatrio, menilai langkah yang diambil DPRD merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang sah. Ia menyerahkan seluruh proses pembahasan hak angket kepada lembaga legislatif daerah sesuai aturan yang berlaku.
“Saya rasa teman-teman di DPRD sedang menjalankan proses demokrasi sesuai kewenangan mereka,” katanya.
Sikap Budisatrio dinilai memperkuat posisi Fraksi Gerindra di DPRD Kaltim yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap usulan hak angket bersama sejumlah fraksi lain. Wacana tersebut muncul setelah adanya kritik terhadap sejumlah kebijakan dan dugaan persoalan tata kelola anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Untuk di DPRD Kaltim sendiri, dukungan terhadap hak angket masih terus bergulir. Sejumlah fraksi disebut telah menyatakan sikap mendukung, sementara sebagian lainnya masih memilih menunggu perkembangan pembahasan internal dewan.
Sementara itu, Fraksi Golkar tetap menyuarakan penolakan terhadap wacana tersebut. Mereka menilai belum terdapat dasar yang cukup kuat untuk membawa persoalan itu ke dalam hak angket dan meminta semua pihak mengedepankan stabilitas pemerintahan daerah.
Dengan menguatnya dukungan dari sejumlah fraksi dan perhatian dari elite partai di tingkat pusat, pembahasan hak angket diperkirakan masih akan menjadi isu politik utama di Kalimantan Timur dalam beberapa waktu ke depan.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





