Gratispol Ubah Pola Pikir Generasi Muda Kaltim, Minat Kuliah Meningkat Tajam

SAMARINDA – Program pendidikan gratis Gratispol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi membawa perubahan besar dalam pola pikir generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Balikpapan, Candra Irawan, menilai program tersebut berhasil mendorong peningkatan minat kuliah, khususnya di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ia mengungkapkan sebelum adanya program Gratispol, banyak lulusan SMK yang memilih langsung bekerja. Namun kini tren tersebut mulai berubah.

“Dengan adanya program ini, banyak siswa yang awalnya ingin langsung bekerja, sekarang justru tertarik untuk kuliah. Ini perubahan yang sangat positif,” ujarnya.

Candra menjelaskan peningkatan minat tersebut juga terlihat dari lonjakan jumlah mahasiswa. Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa yang mendapatkan akses bantuan pendidikan meningkat signifikan dari sekitar 400 orang menjadi 900 orang.

Menurutnya salah satu faktor pendorong adalah kesadaran pendidikan tinggi dapat meningkatkan peluang karier dan pendapatan di masa depan.

“Kalau dibandingkan, lulusan perguruan tinggi tentu memiliki peluang gaji yang lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA atau SMK. Ini yang mulai disadari oleh para siswa,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor II Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim), Dr. Kartika Fajriani, yang menyebut program Gratispol tidak hanya membantu mahasiswa secara ekonomi, tetapi meningkatkan daya tarik kampus.

Kartika berharap ke depan cakupan program Gratispol dapat diperluas agar lebih banyak generasi muda di Kalimantan Timur mendapatkan kesempatan kuliah.

Dengan dampak yang semakin terasa, program Gratispol dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan dunia kerja.

Ia menyebutkan jumlah mahasiswa penerima program di kampusnya terus bertambah, dari 65 orang pada tahun sebelumnya menjadi 106 orang di tahun ini.

“Program ini bukan hanya membantu secara finansial, tapi juga menjadi motivasi bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan,” katanya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI