Hadapi Tekanan Fiskal, Kukar Pastikan Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Kaltim

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan siap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

Keputusan itu diambil setelah adanya surat dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kaltim yang meminta kesediaan Kukar menjadi penyelenggara agenda keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, sekaligus merupakan ketua LPTQ Kukar, mengatakan kesiapan itu telah dipaparkan langsung kepada Bupati Kukar bersama kondisi riil persiapan daerah saat ini.

Menurutnya pembahasan tersebut turut menyinggung kondisi keuangan daerah yang sedang mendapat tekanan.

“Pak Bupati memutuskan bahwa Kukar siap untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi,” kata Sunggono, Kamis (28/5/2026).

Sunggono menjelaskan pelaksanaan MTQ Provinsi tidak akan sepenuhnya membebani anggaran daerah. Pemkab Kukar disebut hanya akan menggeser alokasi yang sebelumnya disiapkan untuk MTQ tingkat kabupaten.

Skema itu disiapkan agar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tetap bisa berjalan meski kondisi fiskal daerah belum sepenuhnya stabil.

“Sebenarnya terkait penganggaran itu, yang terjadi di Kukar ini kan setiap tahun kita melaksanakan MTQ tingkat kabupaten,” ujar Sunggono.

“Nah, karena kita diminta untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi, maka anggaran MTQ tingkat kabupaten itulah yang kita alihkan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi,” lanjutnya.

Pemkab Kukar membidik pelaksanaan MTQ digelar pada November 2026. Target itu dipasang dengan asumsi anggaran perubahan nantinya sudah disahkan sehingga proses pergeseran anggaran dapat segera dilakukan.

“Jadi menggeser saja anggarannya yang ada itu, tapi nanti Insya Allah di perubahan,” terangnya.

Sunggono menegaskan pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyukseskan agenda tersebut. Termasuk persiapan venue (tempat) kegiatan dan dewan juri.

“Venue sudah, baik itu tentang tempat pendaftaran ulang, venue pelaksanaan, venue utama, venue untuk lomba-lomba, termasuk inventarisasi jumlah hotel, kesiapan kamar, rate harga hotel, kemudian nomor kontak penyedia jasa transportasi, catering, pelayanan kesehatan, dan lain-lain, sudah kami inventarisasi,” paparnya.

“Kalau untuk dewan juri, keterangan dari LPTQ Provinsi ketika kami sempat bertandang ke Paser, ada 20 persen dewan juri yang berasal dari pusat, sedangkan 80 persennya berasal dari provinsi dan kabupaten/kota,” urainya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI