SAMARINDA — Setelah menanti selama hampir delapan dekade sejak Indonesia merdeka, warga Desa Karangan Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, akhirnya akan segera menikmati aliran listrik dari PLN. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan percepatan pembangunan jaringan listrik di desa tersebut melalui Program Jospol (Joss Listrik Pedesaan) yang digagas Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Bambang Arwanto, mengungkapkan pihaknya bahkan turun langsung ke lokasi pada dini hari untuk memastikan kondisi riil masyarakat yang selama ini hidup tanpa listrik.
“Kami berkunjung ke Desa Karangan Ilir pada pukul 12 malam untuk melihat langsung bagaimana masyarakat hidup tanpa listrik selama 80 tahun Indonesia merdeka. Selama ini warga hanya mengandalkan genset yang menyala maksimal empat jam,” ujar Bambang saat di konfirmasi Senin (15/12/2025).
Melalui program Jospol, Dinas ESDM Kaltim telah membangun jaringan listrik sepanjang 12 kilometer di Desa Karangan Ilir, yang terdiri dari 10 kilometer Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dan 2 kilometer Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR). Pembangunan ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada akhir Desember 2025.
Sebanyak 120 kepala keluarga di desa tersebut akan terdampak langsung dan segera menikmati penerangan listrik PLN untuk pertama kalinya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan mewakili masyarakat Desa Karangan Ilir, khususnya warga Kampung Kakao, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Rudi Mas’ud. Harapan masyarakat yang sudah menunggu puluhan tahun akhirnya terwujud,” tambah Bambang.
Masuknya listrik ke Desa Karangan Ilir dinilai sangat strategis, mengingat wilayah ini merupakan salah satu sentra penghasil kakao terbesar di Kalimantan Timur dengan produksi mencapai 150 ton per tahun dan luas tanam sekitar 141 hektare. Kehadiran listrik diharapkan mampu mendorong proses hilirisasi kakao, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat perekonomian masyarakat setempat.
Selain sektor pertanian, listrik juga menjadi fasilitas penunjang pengembangan wisata, khususnya kawasan Goa Karst Mangkalihat yang dikenal sebagai warisan geologi (geopark) dan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam dan edukasi.
Sebagai informasi, hingga saat ini masih terdapat 109 desa di Kalimantan Timur yang belum teraliri listrik PLN. Dinas ESDM Kaltim terus bersinergi dengan PLN untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan dan terpencil.
Penulis: Hanafi
Editor: Nicha R





