Himpun Zakat Sebanyak Rp20,5 M, Baznas Kaltim Dipercaya Publik

SAMARINDA – Kepercayaan masyarakat terhadap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers yang digelar di Harris Hotel Samarinda.

Ketua Baznas Kaltim, H. Ahmad Nabhan, menyampaikan sejak awal kepengurusan pada 2022, pihaknya terus berupaya membangun sistem pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Upaya tersebut kini mulai membuahkan hasil, ditandai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan dana umat melalui Baznas.

“Pada awal kepengurusan, penghimpunan berada di angka Rp6,7 miliar. Alhamdulillah, pada tahun 2025 meningkat pesat hingga mencapai Rp20,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap Baznas Kaltim terus tumbuh,” ujarnya.

Menurutnya peningkatan tersebut bukan hanya soal angka, tetapi mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat yang semakin sadar pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Dengan sistem yang terintegrasi, dana yang dihimpun dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran, terukur, dan memberikan dampak jangka panjang bagi para mustahik.

Memasuki 2026, Baznas Kaltim menetapkan target yang lebih ambisius. Target internal ditetapkan sebesar Rp25 miliar, sementara target nasional tingkat provinsi berada di angka Rp22,5 miliar.

Hingga 15 Maret 2026, realisasi penghimpunan telah mencapai Rp4,97 miliar. Di sisi lain, penyaluran dana telah menyentuh Rp5,7 miliar, termasuk pemanfaatan saldo tahun sebelumnya untuk memastikan program-program tetap berjalan optimal sejak awal tahun.

Nabhan menjelaskan tingginya angka penyaluran di awal tahun merupakan bagian of strategi percepatan distribusi agar manfaat zakat dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam mendukung program sosial, ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan.

Lebih lanjut, ia menegaskan kepercayaan publik tidak lepas dari komitmen Baznas dalam menjaga integritas pengelolaan dana. Seluruh proses dilakukan secara transparan, mulai dari penghimpunan, pengelolaan, hingga pelaporan yang dapat diakses dan diaudit sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kepercayaan itu dibangun dengan konsistensi. Kami memastikan setiap rupiah yang dititipkan masyarakat dikelola dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Selain itu, Baznas Kaltim memastikan seluruh biaya operasional lembaga tidak menggunakan dana zakat, melainkan bersumber dari pos resmi seperti APBD dan hak amil. Kebijakan itu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik, karena dana zakat sepenuhnya disalurkan kepada para penerima manfaat (mustahik).

Wakil Ketua III Baznas Kaltim, H. Badrus Syamsi, menambahkan peran media memiliki kontribusi besar dalam membangun citra positif dan meningkatkan literasi masyarakat terkait zakat.

“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang utuh dan berimbang. Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan, karena itu bagian dari proses membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan,” katanya.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, Baznas Kaltim optimistis dapat mencapai target 2026 sekaligus memperluas jangkauan program pemberdayaan umat. Ke depan, lembaga tersebut berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan inovasi layanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat sebagai amanah utama dalam mengelola dana umat.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI