PASER – Menjelang pergantian tahun, Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Paser bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Paser menggelar operasi pasar murah. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 22 hingga 23 Desember 2025.
Langkah strategis tersebut diambil sebagai upaya proaktif pemerintah dalam meredam potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepala Bulog Cabang Paser, Muhammad Mukhlis, menjelaskan operasi pasar tersebut merupakan bentuk intervensi untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
“Kami mewaspadai kenaikan harga sembako yang biasanya terjadi tiba-tiba pada momen hari besar. Dengan adanya pasar murah ini, kami menjual komoditi dengan harga net atau harga dasar,” kata Mukhlis, Selasa (23/12/2025).
Adapun komoditas yang ditawarkan Bulog dalam operasi pasar ini meliputi Beras SPHP 5 kilogram yang dibanderol dengan harga Rp55.000, Beras Premium 5 kg Rp77.000, MinyakKita 2 liter Rp32.000, dan Gula Pasir 1 kilogram Rp17.500. Setiap harinya, Bulog menyiapkan masing-masing 100 kilogram untuk komoditi padat dan 100 liter untuk minyak goreng, yang akan terus ditambah sesuai dengan permintaan di lapangan.
“Untuk stok beras dan gula kita siapkan masing-masing 100 kilogram, kemudian minyak 100 liter. Stok akan terus di refil sesuai dengan kebutuhan, karena kebetulan dekat dengan gudang,” ujarnya.
Mengingat stok pangan di gudang Bulog yang masih aman hingga pengiriman berikutnya dengan rincian beras 3.000 ton, gula pasir 30 ton, dan minyak kita 1.500 liter. Mukhlis menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panic buying.
“Stok minyak kita akan datang lagi di tahun 2026 yang ada kemungkinan cukup hingga akhir Januari. Kami pastikan stok aman dan harga yang diberikan adalah yang terbaik,” ungkapnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





