SAMARINDA — Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekowisata sebagai strategi utama pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di daerah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, dalam pemaparannya pada kegiatan bertema potensi ekowisata yang digelar di Convention Hall Samarinda, Kamis (6/11/2025).
Ririn menyebut ekowisata kini menjadi pendekatan yang berkembang pesat karena menggabungkan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan pengalaman wisata yang edukatif dan ramah lingkungan.
“Kalimantan Timur memiliki potensi ekowisata yang sangat besar. Pengembangannya harus mampu menyejahterakan masyarakat lokal tanpa mengorbankan kelestarian alam,” ujarnya.
Pengembangan sektor pariwisata di Kaltim berlandaskan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) 2022–2037, Peta Jalan Ekonomi Kreatif 2021–2025, serta Masterplan Pengembangan Kawasan Penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui dokumen tersebut, wisata Kaltim diarahkan pada pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Salah satu fokus utama yakni pemberdayaan masyarakat lokal, terutama melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Mereka berperan dalam pengelolaan potensi wisata desa, memastikan aktivitas wisata tetap ramah lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain itu, aspek konservasi alam menjadi prioritas. Upaya itu mencakup menjaga keaslian ekosistem, melindungi flora dan fauna, serta memastikan agar aktivitas wisata tidak merusak jalur alami atau kawasan konservasi.
Ririn menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata agar mampu memberikan pelayanan profesional.
“SDM pariwisata yang kompeten adalah kunci keberhasilan ekowisata berkelanjutan,” katanya.
Dari sisi pemasaran, ekowisata Kaltim kini semakin gencar dipromosikan, termasuk ke pasar internasional yang menunjukkan minat tinggi pada wisata berbasis alam. Pengemasan paket wisata dilakukan lebih kreatif agar dapat bersaing secara global.
Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penentu. Pemerintah daerah, masyarakat, pelaku industri, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dilibatkan penuh dalam pembangunan sektor tersebut.
Beberapa kawasan yang menjadi prioritas pengembangan yakni Berau dan Mahakam Ulu bagian dari Heart of Borneo serta kawasan Samboja, Balikpapan, Penajam Paser Utara, hingga Paser. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata unggulan.
Dengan dukungan regulasi yang kuat, kolaborasi lintas sektor, dan potensi alam yang melimpah, Kaltim menargetkan ekowisata menjadi pilar utama pariwisata daerah sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





