SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat melalui kenaikan harga sejumlah barang dan jasa, terutama yang memiliki keterkaitan dengan komponen impor.
Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menilai situasi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian global mengharuskan masyarakat lebih disiplin dalam mengelola keuangan rumah tangga. Menurutnya langkah paling realistis saat ini adalah memperkuat ketahanan finansial keluarga dengan mengendalikan pengeluaran dan menyusun prioritas kebutuhan.
Ia menjelaskan tekanan ekonomi tidak selalu ditandai dengan berkurangnya pendapatan masyarakat. Dalam banyak kasus, persoalan justru muncul ketika nilai uang yang dimiliki semakin menurun akibat inflasi, sehingga kemampuan membeli barang dan jasa menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.
Karena itu, masyarakat disarankan mulai membedakan secara tegas antara kebutuhan utama dan keinginan yang masih dapat ditunda. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan keuangan keluarga di tengah potensi kenaikan biaya hidup.
“Yang paling penting adalah mengatur prioritas pengeluaran. Kebutuhan pokok harus menjadi fokus utama, sementara pengeluaran yang bersifat konsumtif dapat ditunda terlebih dahulu,” ujar Purwadi, Selasa (2/6/2026).
Selain pengelolaan belanja, masyarakat diingatkan agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, instrumen berisiko tinggi dinilai kurang cocok bagi masyarakat yang belum memiliki dana cadangan yang memadai.
Purwadi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Menurutnya pemahaman terhadap instrumen investasi harus menjadi pertimbangan utama sebelum menanamkan modal.
Ia menilai aset berbasis riil seperti emas dan properti masih menjadi pilihan yang relatif aman dalam menjaga nilai kekayaan di tengah tekanan inflasi. Kedua instrumen tersebut dinilai memiliki kecenderungan mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat yang berencana memulai usaha, perhitungan bisnis yang matang menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Ketidakpastian ekonomi dapat memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat sehingga berpotensi berdampak pada permintaan pasar.
Secara keseluruhan, strategi yang dinilai paling relevan saat ini adalah memperkuat fondasi keuangan keluarga melalui penghematan yang terukur, penyediaan dana darurat, pengurangan utang konsumtif, serta pemilihan instrumen investasi yang aman dan mudah dipahami.
Dengan kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi salah satu kunci agar masyarakat tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah berbagai tantangan yang ada.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





