Jelang Aksi 21 April, Gubernur Rudy Mas’ud Ingatkan Mahasiswa Jaga Kondusivitas

SAMARINDA – Menjelang rencana aksi mahasiswa pada 21 April 2026, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengingatkan para pemuda dan mahasiswa agar tetap menjaga kondusivitas serta tidak bertindak di luar koridor hukum.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Wilayah Kalimantan Timur, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Sabtu (18/4/2026).

Rudy Mas’ud menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun ia mengingatkan agar aksi yang dilakukan tetap tertib, tidak menimbulkan kericuhan, dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Aspirasi boleh disampaikan, itu hak demokrasi. Tapi harus dilakukan secara bertanggung jawab, jangan sampai merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momentum aksi untuk kepentingan tertentu. Menurutnya gerakan mahasiswa seharusnya menjadi kekuatan intelektual yang menghadirkan solusi, bukan sekadar tekanan di jalanan.

“Mahasiswa itu agen perubahan. Maka yang dikedepankan adalah gagasan, kajian, dan solusi, bukan tindakan yang justru merusak,” ujarnya.

Ia menilai aksi yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan gangguan sosial, bahkan berdampak pada stabilitas daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, termasuk aparat keamanan dan koordinator aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan damai.

Di sisi lain, dalam konteks pembangunan daerah, Rudy kembali menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program Gratispol, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Kalau kita ingin perubahan besar, kuncinya ada di pendidikan. Itu yang sedang kita dorong secara serius di Kaltim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PMTI, Yulianus Selvanus Lumba, menegaskan organisasi yang dipimpinnya merupakan wadah kekeluargaan yang tidak berpolitik dan tidak terafiliasi dengan partai mana pun.

Ia mengajak warga Toraja di perantauan, termasuk di Kalimantan Timur untuk tetap solid dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

“Di mana pun kita berada, kita harus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Pelantikan IKAT-PMTI Kaltim yang diketuai Nataniel Tandirogay tersebut turut dihadiri berbagai tokoh daerah, akademisi, dan perwakilan masyarakat Toraja di Kalimantan Timur.

Acara berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi lintas daerah, di tengah dinamika sosial yang berkembang menjelang aksi besar mahasiswa pada 21 April mendatang.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI