TENGGARONG – Dua hari jelang puncak penutupan Erau Adat Kutai 2025, antusiasme masyarakat kian terasa. Penutupan pesta adat tahunan yang dipusatkan di Kecamatan Tenggarong ini akan berlangsung pada Minggu (28/9/2025), ditandai dengan ritual sakral Belimbur yang selalu menjadi magnet ribuan warga.
Prosesi akan diawali dengan melarungkan naga laki dan bini, dilanjutkan Rangga Titi yang dilakukan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin. Dari sinilah dimulainya Belimbur, sebuah ritual penuh makna di mana masyarakat saling menyiram air untuk memperoleh keberkahan, keselamatan, sekaligus penolak bala.
Camat Tenggarong, Sukono, menekankan pentingnya kedisiplinan warga dalam mengikuti Belimbur. Ia mengingatkan agar semua peserta menaati aturan yang ditetapkan pihak Kesultanan Kutai.
“Kami atas nama pemerintah Kecamatan Tenggarong mengimbau kepada seluruh warga agar menaati aturan yang telah dikeluarkan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” ungkap Sukono, Jumat (26/9/2025).
Beberapa aturan yang harus ditaati antara lain yakni penyiraman wajib menggunakan air bersih, dilarang memakai wadah plastik keras atau air kotor, serta tidak boleh melakukan belimbur sebelum ada perintah resmi dari kesultanan.
“Kemudian tidak boleh mengejar dalam menyiram orang, yang jelas kami imbau ini agar menghindari hal-hal tidak diinginkan,” ujarnya.
Agar ritual berjalan tertib, Pemkab Kukar melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama kecamatan sudah menyiapkan fasilitas pendukung. Penampungan air bersih ditempatkan di seluruh titik belimbur, lengkap dengan drum dan gayung untuk masyarakat.
“Air nanti disediakan OPD terkait, dijamin bersih dan sesuai standar kesehatan. Kami juga telah memerintahkan Lurah, Kades dan RT untuk saling menjaga dan melaksanakan titah sultan,” ungkapnya. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





