TENGGARONG – Ritual tepong tawar oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, dan pemecahan guci Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menjadi penanda difungsikannya Jembatan Kedaton Agung di sekitar kawasan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menuturkan rasa syukurnya atas difungsikannya Jembatan Kedaton Agung. Menurutnya suksesnya pengerjaan jembatan tersebut tidak terlepas dari kontribusi positif masyarakat sehingga pembangunannya dapat terselesaikan tepat waktu.
Jembatan yang menghubungkan Jalan Danau Semayang dan Monumen Barat itu dibangun untuk menggantikan fungsi Jembatan Besi yang dinilai sudah tidak lagi aman untuk dilintasi kendaraan bermotor, mengingat jembatan tersebut merupakan peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda.
“Jembatan Besi nanti akan difungsikan untuk jalan kaki dan sepeda,” sebutnya.
Dengan difungsikannya Jembatan Kedaton Agung, Aulia berharap dapat menjadikan alur transportasi di Kukar lebih lancar. Mengingat dalam waktu dekat, tidak jauh dari bangunan jembatan akan diresmikan Pasar Tangga Arung Square pada awal Januari.
“Jembatan ini akan jadi salah satu infrastruktur untuk memperlancar alur transportasi ke Pasar Tangga Arung Square,” ungkapnya.
Jembatan pendamping Jembatan Besi mengusung desain khas Kutai melalui ornamen tambak karang yang mempercantik tampilan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Dibangun dengan teknologi girder baja yang diklaim mampu bertahan hingga satu abad, jembatan tersebut akan melayani arus lalu lintas dua arah serta dapat dilintasi kendaraan berat.
Selain itu, tersedia jalur pejalan kaki di sisi kiri dan kanan jembatan yang dapat dimanfaatkan untuk berjalan santai, menyeberang, maupun jogging.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





