Jembatan Mahulu ditabrak lagi, Wagub Kaltim: Tak ada toleransi

Insiden tertabraknya pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) oleh kapal tongkang batu bara kembali terjadi pada Minggu pagi, memicu reaksi keras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi kelalaian yang mengancam keselamatan aset vital daerah tersebut. Ia memerintahkan KSOP dan Pelindo untuk segera menghitung kerusakan dan memastikan pihak penabrak bertanggung jawab penuh atas ganti rugi.

Seno Aji juga menyoroti kinerja pengawasan lalu lintas sungai yang dinilai lemah, mengingat kejadian serupa terus berulang tanpa adanya tindakan pencegahan yang konkret. Pemprov Kaltim mendesak Kementerian Perhubungan untuk memperketat aturan pergerakan tongkang di Sungai Mahakam, karena jembatan tersebut merupakan tulang punggung logistik yang dibangun dengan uang rakyat dan tidak boleh terus-menerus menjadi korban kelalaian operasional tambang.

Pembaca Setia Radar Media! Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Media? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 https://koran.radarmedia.id
📱 https://digital.radarmedia.id/rm26jan2026/mobile/

Radar Media – Aktual, Cepat, dan Terpercaya.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI