MAHULU – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Mahakam Ulu dr. Petronela Tugan, menutup pelatihan pelayanan kontrasepsi bagi bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Angkatan II Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Belajar Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (27/6/2026).
Saat sambutan, dr. Petronela, menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Provinsi Kalimantan Timur yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada para narasumber, fasilitator, panitia, dan seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai.
Menurutnya pelatihan tersebut merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, aman, dan sesuai standar. Peningkatan kompetensi itu sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Mahulu terhadap layanan KB yang merata dan profesional.
Ia menegaskan keberhasilan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, para bidan diharapkan mampu menjadi agen perubahan melalui edukasi, konseling, serta pelayanan kontrasepsi yang profesional setelah kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.
“Saya berharap, setelah kembali ke tempat tugas, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan untuk meningkatkan mutu pelayanan serta turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian target program keluarga berencana dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta kepada para kepala puskesmas agar peserta yang telah mengikuti pelatihan tidak dipindahkan selama dua tahun ke depan. Menurutnya kebijakan tersebut penting agar kompetensi yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan secara maksimal di tempat tugas masing-masing dan tidak hilang akibat mutasi pegawai.
Sementara itu, Sekretaris BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Muslimin, menjelaskan pelatihan pelayanan kontrasepsi merupakan bagian dari pelaksanaan tugas BKKBN dalam mendukung program keluarga berencana sesuai pembagian kewenangan pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
Ia menegaskan keberhasilan pelayanan kontrasepsi tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat kontrasepsi, tetapi pada kompetensi tenaga kesehatan sebagai pelaksana pelayanan di lapangan.
Ia mengungkapkan Kabupaten Mahakam Ulu telah mencatat capaian yang baik dalam penggunaan kontrasepsi modern dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), bahkan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur untuk indikator MKJP. Namun demikian, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Mahulu masih menjadi yang tertinggi di provinsi tersebut, sehingga peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana tetap menjadi perhatian bersama.
Dirinya percaya seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari pembelajaran virtual, klasikal hingga praktik lapangan, akan menjadi bekal bagi Bapak-Ibu untuk memberikan pelayanan kontrasepsi yang lebih baik kepada masyarakat.
“Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan sehingga pelayanan KB semakin merata, terutama di wilayah sulit dijangkau, serta mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan dan pengendalian penduduk di Mahulu,” ungkapnya.(rm/adv/diskominfomahulu)
Pewarta: Ichal
Editor: Yahya Yabo





