SAMARINDA – Aksi sigap ditunjukkan jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda saat menyelamatkan puluhan nyawa dalam insiden kebakaran kapal wisata di Perairan Sungai Mahakam. Kapal KM Teman Bejalanan dilaporkan mengalami kebakaran tepat saat hendak bersandar di Dermaga Pasar Pagi, Sabtu (17/1/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.33 WITA tersebut sempat mengejutkan warga di sekitar dermaga. Berdasarkan keterangan nakhoda kapal, kobaran api diduga kuat berasal dari gangguan teknis pada mesin genset kapal.
Merespons laporan darurat tersebut, personel penjagaan Polsek KP Samarinda bersama unit Reskrim dan Intelkam langsung menerjang lokasi. Di bawah komando Perwira Pengawas (Pawas), AKP Heru Utomo, petugas memprioritaskan sterilisasi area dan jalur evakuasi guna mencegah jatuhnya korban jiwa.
Mengingat api yang mulai menyebar di badan kapal, petugas mengambil langkah cepat dengan memindahkan seluruh penumpang ke Kapal LCT DIO 2 yang berada di posisi terdekat. Sebanyak 68 penumpang berhasil dipindahkan satu per satu dalam kondisi selamat tanpa ada korban luka maupun jiwa.
“Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh penumpang bisa turun dari kapal dengan aman, tertib, dan terkontrol. Koordinasi cepat dengan armada lain di sekitar lokasi menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini,” jelas AKP Heru Utomo.
Secara terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda, Kompol Yusuf, mengapresiasi kesiapsiagaan anggota di lapangan. Ia menegaskan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi standar keselamatan transportasi sungai di Samarinda.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi kami. Kami akan memperketat pengawasan dan meminta setiap operator kapal wisata untuk memastikan kelayakan mesin serta ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di atas kapal,” tegas Kompol Yusuf.
Pasca kejadian, situasi di Dermaga Pasar Pagi telah dinyatakan kondusif. Meski kapal mengalami kerusakan akibat dilalap api, kelancaran proses evakuasi tersebut mendapat apresiasi dari para penumpang yang sempat terjebak dalam situasi mencekam tersebut.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





