SANGATTA – Tidak mau kecolongan saat arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat. Bus angkutan karyawan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur (Kutim) ikut disisir dan diperiksa kelayakannya, Minggu (1/3/2026).
Langkah tersebut merupakan bagian dari pengamanan Operasi Ketupat Mahakam 2026 dengan target zero kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan pemeriksaan tidak hanya menyasar travel dan kendaraan umum antar kota, tetapi armada bus perusahaan yang setiap hari mengangkut puluhan karyawan.
“Kami menargetkan zero Laka Lantas. Jangan sampai ada kelalaian, apalagi kendaraan mengangkut banyak penumpang. Semua harus dipastikan benar-benar layak jalan,” tegasnya.
Menurutnya bus angkutan karyawan memiliki risiko tinggi apabila tidak dalam kondisi prima. Selain jumlah penumpang yang banyak, rute yang ditempuh umumnya cukup jauh dengan intensitas perjalanan tinggi.
Pengecekan dilakukan menyeluruh. Mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, kaca spion, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan surat-surat pengemudi.
Petugas Satlantas memberikan edukasi langsung kepada sopir agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.
“Faktor kelelahan sering menjadi pemicu kecelakaan. Kami ingatkan pengemudi agar istirahat cukup sebelum bertugas,” ujarnya.
Tidak hanya pengemudi, perusahaan diminta ikut bertanggung jawab. AKBP Fauzan Arianto mengimbau manajemen rutin melakukan perawatan armada dan memastikan sopir memiliki kompetensi serta kondisi fisik yang baik sebelum berangkat.
“Keselamatan bukan hanya tugas polisi. Perusahaan juga harus disiplin dalam perawatan kendaraan,” tandasnya.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





