TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memberi perhatian pada peran generasi muda dalam pembangunan desa. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat Karang Taruna sebagai wadah kreativitas sekaligus organisasi sosial kepemudaan.
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menyebut karang taruna di wilayahnya sebenarnya sudah memiliki struktur lengkap dengan sejumlah divisi, mulai dari olahraga, seni, hingga keagamaan. Namun, ia mengakui roda organisasi belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
“Kegiatan karang taruna jujur belum sesuai harapan saya. Saya ingin pemuda lebih aktif dan punya peran besar,” kata Sarmin, Selasa (23/9/2025)
Menurutnya potensi pemuda di Ponoragan sangat besar, tetapi kesibukan masing-masing anggota membuat beberapa program kerja karang taruna berjalan terbatas. Karena itu, Pemdes berkomitmen memberi dukungan penuh.
“Prinsip saya, sepanjang program kerja itu untuk masyarakat dan kemajuan pemuda, saya dukung. Karena generasi muda ini penerus kita semua,” tegasnya.
Saat ini, Karang Taruna Ponoragan memiliki sekitar 20 anggota aktif. Meski jumlahnya belum besar, Sarmin menilai ini langkah awal penting bagi peran pemuda desa.
“Alhamdulillah, walau belum maksimal, mereka sudah mulai tampil. Jangan sampai pemuda cuma jadi penonton. Harus bisa bersaing dan menunjukkan peran,” ungkapnya.
Penguatan Karang Taruna Ponoragan sejalan dengan program Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar yang mendorong peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan. Dengan dukungan lintas sektor, desa optimistis bisa melahirkan kader-kader muda yang lebih kreatif dan responsif terhadap tantangan zaman.
“Prosesnya mungkin tidak instan, tapi kalau konsisten, hasilnya akan terasa besar bagi kemajuan desa,” pungkasnya. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





