Karya Yori Anwar Cerlang Nusantara Juarai Desain Pusat Kebudayaan IKN

NUSANTARA – Pemenang sayembara desain bangunan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN resmi diumumkan. Cerlang Nusantara dari Pusat Kebudayaan Nusantara (PKN)-0063, karya tim Gregorius Antar Awal atau Yori Antar keluar sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah Rp750 juta rupiah.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, mengumumkan langsung, Jumat (30/1/2026) di Multifunction Hall Kemenko 3 IKN.

“Juara pertama pemenang sayembara desain pembangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN adalah PKN-0063 dengan judul karya ‘Cerlang Nusantara’,” sebut Aswin.

Cerlang Nusantara menjadi terbaik pertama lantaran dinilai berhasil mentransformasikan nilai-nilai tradisi Nusantara ke dalam desainnya. Hal itu diungkap salah seorang dewan juri, Wicaksono Sarosa.

“Contohnya adalah megalitikum, menjadi sebuah kecepatan, menjadi sebuah kemajuan yang sangat signifikan. Arsitektur Nusantaranya sangat kuat. Itu yang menjadi pertimbangan utama. Selain bagaimana respect-nya terhadap lingkungan, respect terhadap alam, dan tentu saja menjunjung tinggi nilai budaya Nusantara,” terangnya di lokasi.

Sementara itu, juara kedua diraih PKN-0013 ‘Simfoni Puspa Negara’ karya tim Rachmat Fadhil Afrizal Zamri. Kemudian juara ketiga PKN-0042 ‘Kisah yang Ditenun oleh Rimba’ karya tim Yakob Susanto.

Desain ‘Cerlang Nusantara’ mengandung pesan membawa spirit yang mendalam dengan mengambil akar dari peradaban tertua Nusantara, Megalitikum. Secara bentuk bangunan, lebih prismatik dan asimetris. Kesannya menyerupai pahatan batu purba dari Nias hingga Sumba.

Yori Antar, arsitek Indonesia yang dikenal sebagai Pendekar Arsitektur Nusantara menjelaskan Cerlang Nusantara tersebut dirancang sebagai bagian dari poros hijau IKN yang sangat kuat. Menyambung dari Istana Presiden hingga Plaza Bhineka Tunggal Ika. Kemudian menampilkan pohon-pohon eksisting di lokasi, seperti pohon ulin, sebagai pohon endemik Kalimantan tetap dipertahankan.

Yori menjelaskan ada tiga unsur utama yang menjadi nyawa kawasan tersebut. Batu yang dominan hitam dan cokelat mewakili peradaban Megalitikum sebagai bangunan utamanya. Pohon kehidupan sebagai simbol infrastruktur, kebijakan dan kearifan lokal Kalimantan yang mengikat seluruh fungsi bangunan, kemudian hutan warna hijau yang merupakan narasi alam yang menyelimuti seluruh kawasan IKN.

“Unsur alam ini adalah unsur outdoor. Dan kita harus mengembalikan manusia yang ada di IKN ini DNA-nya menjadi manusia outdoor. Yang cair, berinteraksi satu sama lain, sosial, dan bergotong royong. Jadi bangunan-bangunan itu semuanya harus bisa full akses,” terang Yori kepada awak media di lokasi usai acara.

Diinformasikan sayembara desain Pusat Kebudayaan Nusantara diinisiasi Otorita IKN dengan maksud melahirkan konsep kawasan yang penuh makna dan estetika. Menjadi wadah interaksi sosial yang inklusif, merefleksikan keragaman etnis budaya serta kekayaan hayati Tanah Air. Rangkaian proses sayembara dilakukan 5 November 2025 hingga 29 Januari 2026. Diikuti 53 peserta hingga terpilih 3 finalis dan pengumuman juara.

Pewarta: Atmaja Riski/Prasetyo
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI