NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Program INOVASI Kemitraan Pemerintah Indonesia–Australia bidang pendidikan terus memperkuat pendidikan di wilayah IKN melalui gelar karya literasi dan numerasi.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan program penguatan literasi dan numerasi itu sudah dilaksanakan bertahap sejak 2024. Dampaknya cukup nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar wilayah Kecamatan Sepaku.
“Yang paling penting dari program ini bukan hanya meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi murid, tetapi juga terjadinya perubahan cara guru mengajar, cara kepala sekolah memimpin pembelajaran, serta bagaimana pengawas sekolah mendampingi satuan pendidikan untuk terus melakukan perbaikan,” jelasnya.
Program tersebut mendorong guru memahami kebutuhan belajar setiap anak, menggunakan asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan. Kepala sekolah dan pengawas semakin berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang fokus pada peningkatan mutu proses belajar mengajar.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menilai praktik baik di sekolah dampingan di Sepaku menunjukkan hasil konkret dalam peningkatan literasi dan numerasi peserta didik.
“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelatihan guru, tetapi dari dampaknya terhadap hasil belajar anak. Pendampingan yang intensif terhadap guru, kepala sekolah, dan pengawas menunjukkan hasil yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat,” jelas Nunuk.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan penguatan literasi dan numerasi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi terhadap tantangan masa depan.
“Praktik baik yang berkembang di sekolah-sekolah Sepaku menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, pendampingan yang berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat kualitas pendidikan di wilayah IKN,” terang Toni.
Ketua Kelompok Kerja Guru Gugus 2 Kecamatan Sepaku, Sarinah, mengakui program tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi para pendidik dan menunjukkan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Program ini menghadirkan pemberdayaan bagi para guru dan memperkuat lingkungan belajar di sekolah. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan membuat praktik-praktik baik yang dikembangkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Kami berharap pengalaman ini dapat diadopsi lebih luas sehingga semakin banyak sekolah yang merasakan dampaknya,” tegas guru SDN 020 Sepaku itu.
Gelaran karya peningkatan mutu pembelajaran sekolah dasar di IKN ini sendiri diadakan di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan menjadi sarana berbagi praktik baik peningkatan mutu pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah-sekolah dasar wilayah Sepaku sekaligus memperkuat kolaborasi pengembangan pendidikan dasar di IKN.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





