Ketimpangan Pembangunan di Kelay, Anggota DPRD Berau Fokuskan Empat Sektor Prioritas

BERAU – Pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman kembali menjadi perhatian serius anggota DPRD Berau, Gideon Andris.

Dirinya menilai hingga saat ini masih terjadi kesenjangan pembangunan antara Kelay dan sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Berau.

Menurut Gideon, ada empat sektor krusial yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat pedalaman yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan jaringan telekomunikasi.

“Empat sektor ini adalah fondasi utama. Kalau tidak dibenahi secara serius, sulit berharap kesejahteraan masyarakat pedalaman bisa sejajar dengan wilayah perkotaan,” katanya, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan dalam setiap agenda reses yang digelar, persoalan infrastruktur jalan selalu menjadi keluhan utama warga. Akses penghubung antar kampung di Kelay dinilai masih terbatas, bahkan di beberapa titik belum memadai untuk mendukung mobilitas orang dan distribusi barang.

Kondisi tersebut dipersulit dengan status sebagian wilayah Kelay yang masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Hal itu membuat pembangunan infrastruktur fisik, terutama jalan, harus melalui proses regulasi yang tidak sederhana.

“Sebagian wilayah kita masuk KBK, sehingga pembangunan jalan menghadapi sejumlah kendala administrasi dan perizinan. Ini perlu koordinasi lintas sektor agar tidak terus menjadi hambatan,” jelasnya.

Pada sektor pendidikan, Gideon menyoroti minimnya tenaga pengajar yang bersedia bertugas di wilayah pedalaman. Ia mengakui keterbatasan fasilitas serta akses yang cukup sulit menjadi faktor utama rendahnya minat guru untuk ditempatkan di Kelay.

“Tenaga pendidik sangat sulit didapatkan di Kelay. Perlu kebijakan insentif khusus dan dukungan fasilitas, baik perumahan maupun tunjangan tambahan, agar guru mau dan betah mengabdi,” tegasnya.

Selain pendidikan, layanan kesehatan menjadi perhatian serius. Menurutnya masyarakat pedalaman masih menghadapi tantangan dalam mengakses fasilitas kesehatan yang memadai dan tenaga medis yang lengkap. Dalam situasi darurat, keterbatasan akses jalan dan komunikasi bisa berdampak besar terhadap keselamatan warga.

Tidak kalah penting, ia menekankan urgensi penguatan jaringan telekomunikasi. Kestabilan sinyal dan akses internet dinilai bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian dari pelayanan dasar, termasuk untuk mendukung pendidikan berbasis digital dan layanan administrasi pemerintahan.

“Layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan komunikasi yang lancar bukan sekadar penunjang aktivitas, tetapi juga menyangkut keselamatan warga,” katanya.

Gideon menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat pedalaman dalam setiap pembahasan anggaran dan program pembangunan di DPRD Berau. Ia berharap ada keberpihakan nyata terhadap wilayah-wilayah yang selama ini masih tertinggal dari sisi infrastruktur dan layanan dasar.

“Ini tanggung jawab saya sebagai legislator. Saya akan terus kawal aspirasi masyarakat pedalaman, terutama akses jalan dan fasilitas dasar lainnya, agar pembangunan benar-benar dirasakan merata,” ungkap Gideon. (adv)

Pewarta: Muhammad Aril
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI