BONTANG – Terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kota Bontang, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) untuk mengambil langkah pengawasan dan pengendalian.
Menurut Andi Faizal, adanya isu kelangkaan gas melon tersebut menjadi langkah koordinasi yang perlu dilakukan secara intensif untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kita meminta dan mendorong agar Disperindagkop bisa berkoordinasi dengan pihak yang bersangkutan,” ucapnya, Senin (15/6/2026).
Hal itu telah memiliki aturan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET), bagaimana menjaga agar tidak terjadi kelangkaan di pasar, serta dapat lebih mengupayakan koordinasi dengan instansi terkait.
Selain itu, Andi Faiz turut menegaskan apabila distribusi dan pengawasan berjalan dengan baik, maka harga elpiji 3 kilogram seharusnya tidak melonjak jauh di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kalau semuanya berjalan baik, tidak mungkin harga bisa berada di atas harga yang wajar,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keluhan masyarakat, terkait sulitnya memperoleh gas elpiji dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu bahkan memicu kenaikan harga di tingkat pengecer hingga mencapai sekitar Rp40 ribu per tabungnya, di mana jauh di atas harga yang seharusnya.
Selain harga yang melambung, masyarakat mengeluhkan terbatasnya stok elpiji 3 kilogram di sejumlah titik penjualan. Akibatnya warga harus mencari ke beberapa lokasi untuk mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut.
Andi Faizal berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat melakukan pemantauan dan pengawasan secara menyeluruh terhadap rantai distribusi elpiji bersubsidi, mulai dari agen hingga pengecer.
“Langkah ini dinilai penting untuk mencegah praktik penimbunan, maupun penyimpangan distribusi yang berpotensi menyebabkan kelangkaan di lapangan,” tambahnya.
Untuk itu, DPRD Kota Bontang meminta adanya langkah cepat dari instansi terkait untuk memastikan pasokan elpiji 3 kilogram kembali normal. Sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga kembali stabil sesuai ketentuan yang berlaku. (rm/adv)
Editor: Yahya Yabo





