SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menilai pembatasan produksi batu bara melalui skema Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKB) diduga ikut memengaruhi pasokan energi di tengah masih terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kaltim. Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Paripurna ke-17 DPRD Kaltim di Samarinda, Kamis (9/7/2026). Ia menyebutkan ada kelangkaan batu bara dan tingginya harga yang disebabkan oleh pembatasan RKB, yang pada akhirnya diduga kuat berdampak pada kelancaran suplai bahan bakar untuk sejumlah pembangkit listrik.
Meski demikian, Hasanuddin menegaskan bahwa pihak DPRD Kaltim masih berencana meminta penjelasan langsung kepada PT PLN (Persero) untuk memastikan langkah-langkah yang ditempuh serta penyebab utama gangguan pasokan listrik tersebut, mengingat sebelumnya PLN beralasan adanya kerusakan pada beberapa unit pembangkit. Menurutnya, DPRD pada prinsipnya mendukung adanya peningkatan kuota produksi batu bara karena efek berantainya tidak hanya berdampak positif terhadap penerimaan daerah, tetapi juga krusial dalam menjaga keberlangsungan aktivitas perusahaan dan mencegah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). (MK)
Pembaca Setia Radar Media!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Media?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:
👉 https://koran.radarmedia.id
📱 https://digital.radarmedia.id/rm10jul2026/mobile/
Radar Media – Aktual, Cepat, dan Terpercaya.





