NUSANTARA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyebut di tingkat politik pusat ihwal Ibu Kota Nusantara (IKN) sering kali menjadi pembicaraan. Namun jajarannya meyakini 2028 gedung dan kawasan yudikatif-legislatif rampung dan IKN dapat berfungsi sebagai ibu kota negara.
Terlebih soal keputusan kapan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai jalan. Terkait soal keberlanjutan pembangunan IKN sebagai calon ibu kota negara yang baru. Namun demikian, Muzani menegaskan IKN sudah tidak terbantahkan karena undang-undang tentang IKN sudah diputuskan bersama.
“Tapi kapannya (waktunya) ini yang menjadi masalah. Dan hari ini kami datang untuk memastikan kapan akan kita pindah dan kita makin yakin bahwa kepastian pindah itu makin jelas,” ucap Muzani di lokasi, Senin (20/4/2026).
Kemantapan perkataannya bukan tanpa sebab, jajaran petinggi MPR, Senin (20/4/2026) datang dan melihat langsung.
“Tadi sudah kita lihat semua data yang disampaikan oleh Ibu Deputi (Mia Amalia deputi Perencanaan dan Pertanahan OIKN). Semuanya jelas,” ulasnya.
Pada kesempatan siang tadi, sejumlah tempat menjadi lokasi kunjungan jajaran MPR. Usai tiba di bandara Internasional Nusantara, rombongan menuju Kantor Otorita IKN untuk beraudiensi sejenak, makan siang di ruang resto area jembatan kaca, kemudian tinjauan lapangan ke persil pembangunan kawasan Legislatif.
“Kami tadi mendapatkan kepastian bahwa desain bangunan legislatif dan yudikatif telah mendapat persetujuan dari presiden, dan sejak sekarang dilakukan proses pembangunannya,” ucap Muzani di lokasi.
Desain rancangan kawasan dan gedung kedua kelembagaan ini memang diajukan ke Presiden Prabowo Subianto dan sempat mendapat sejumlah perbaikan.
Namun pada akhirnya Presiden memberikan persetujuan final. Usai melihat langsung bagaimana kondisi di IKN, Muzani meyakini IKN akan mulai berfungsi sebagai Ibu Kota Negara pada 2028 mendatang. Sebab bukan hanya gedung dan kawasan lembaga eksekutif saja yang sudah siap, namun legislatif dan yudikatif akan menyusul.
“Dan saya berharap rencana 2028 akan menjadi sebuah waktu yang tepat bahwa ibu kota Nusantara akan segera difungsikan seperti ibu kota Negara Republik Indonesia,” ungkap Muzani.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





