Khotmil Quran Jadi Penutup Tadarus Ramadan Warga Suka Raja di Sepaku

MALAM Ramadan di Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, terasa hangat dan penuh kekhusyukan. Di Langgar Darul Ulum RT 16, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema, menandai khotmil Quran yang digelar jemaah setempat, Sabtu (14/3/2026) malam.

Kegiatan ini berlangsung enam hari menjelang Idulfitri. Sejak sore hari, jemaah sudah mulai berkumpul di langgar. Suasana kebersamaan terlihat saat warga berbuka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah.

Usai memimpin salat tarawih, Ustaz Ali Ridho menyampaikan tausiyah yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi membaca Al-Qur’an selama Ramadan.

“Alhamdulillah, malam ini kita melaksanakan khotmil quran. Tapi ramadhan tahun ini ada penurunan ya. Ramadhan lalu bisa dua kali khatam quran, tapi tahun ini hanya bisa sekali khatam,” tuturnya.

Meski demikian, menurutnya, khotmil Quran tetap menjadi momentum syukur bagi jemaah yang sejak awal Ramadan rutin melaksanakan tadarus hingga menyelesaikan 30 juz Al-Qur’an.

Rangkaian khotmil diawali dengan tawasul dan pembacaan Al-Fatihah. Selanjutnya jemaah bersama-sama melantunkan sejumlah surat pendek dari Al-Qur’an sebelum akhirnya ditutup dengan doa.

Doa tersebut dipanjatkan dengan harapan agar ayat-ayat suci yang telah dibaca sepanjang Ramadan menjadi cahaya dan penuntun bagi kehidupan para jemaah.

Bagi masyarakat RT 16 Desa Suka Raja, khotmil Quran bukan sekadar kegiatan keagamaan biasa. Tradisi ini juga menjadi penanda berakhirnya rangkaian tadarus selama Ramadan sekaligus wujud rasa syukur.

Setelah doa penutup dibacakan, suasana langgar kembali hangat dengan kebersamaan. Para jemaah kemudian menikmati hidangan yang telah disiapkan secara gotong royong oleh warga, di antaranya nasi tumpeng dan aneka lauk sederhana.

Tradisi khotmil Quran ini telah berlangsung sejak lama di lingkungan RT 16 Desa Suka Raja. Dari generasi ke generasi, warga setempat terus merawat kebiasaan tersebut sebagai bagian dari kehidupan religius masyarakat.

Menariknya, tradisi ini tetap bertahan meskipun wilayah Sepaku kini menjadi bagian dari kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, masyarakat tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas yang telah diwariskan.

Tidak hanya di Langgar Darul Ulum, kegiatan serupa juga rutin digelar di berbagai mushala dan masjid di Kecamatan Sepaku. Hampir setiap lingkungan masyarakat memiliki tradisi tadarus dan khotmil Quran menjelang berakhirnya Ramadan.

Bagi warga, kegiatan ini menjadi pengikat kebersamaan sekaligus pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an serta mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat. (Tim MK)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI