JAKARTA – Dugaan kerusakan terumbu karang di kawasan wisata bahari Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), mendapat perhatian serius dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemerintah pusat saat ini masih melakukan investigasi lapangan untuk memastikan penyebab dan tingkat kerusakan yang terjadi di sejumlah lokasi penyelaman, yang diduga kuat berdampak dari meningkatnya aktivitas kapal wisata jenis Live on Board (LOB). Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Sumono Darwinto, dalam pertemuannya dengan Ketua Tim Pelaksana Percepatan Pengembangan Ekonomi Strategis Kepulauan Maratua dan Sekitarnya (TP3ESKMS) Kaltim, Michael Surya, menegaskan bahwa tim pengawasan telah diterjunkan untuk mengumpulkan fakta objektif sebelum menetapkan bentuk penanganan atau sanksi administratif hingga proses hukum.
Merespons situasi tersebut, Michael Surya menyampaikan bahwa masyarakat Maratua berharap pengembangan sektor pariwisata tidak mengorbankan kelestarian lingkungan yang selama ini menjadi daya tarik utama daerah tersebut. Ia menekankan perlunya pelibatan masyarakat lokal dalam industri pariwisata dan tata kelola yang lebih baik, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata tanpa mengancam kelestarian lingkungan. Sebagai langkah lanjutan, KKP mendorong dilaksanakannya forum diskusi lintas pihak dan menyatakan kesiapannya memberikan pendampingan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur apabila diperlukan penyusunan regulasi daerah yang mengatur pemanfaatan ruang laut dan tata kelola wisata bahari secara berkelanjutan.
Pembaca Setia Radar Media!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Media?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:
👉 https://koran.radarmedia.id
📱 https://digital.radarmedia.id/rm25jun2026/mobile/
Radar Media – Aktual, Cepat, dan Terpercaya.





