Kolaborasi Bersama Otorita IKN dan Petani Sepaku Tumbuhkan Asa Melalui Kopi Liberika

NUSANTARA — Tidak hanya Arabika dan Robusta, biji kopi Liberika hadir sebagai varietas istimewa yang kini kembali diangkat menjadi primadona. Aroma kopinya yang khas dan diseduh dengan air panas menandai dimulainya sebuah kegiatan. Bersama Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar Gerakan Tanam Kopi Liberika Sepaku di Pendopo Kopi, Desa Tengin Baru, Sepaku, Kamis (28/08/2025).

Sebagai langkah awal, puluhan peserta ikut serta dalam gerakan ini dengan menanam 23 bibit kopi Liberika. Bibit tersebut menjadi penanda lahirnya pohon-pohon selanjutnya, sejalan dengan tema kegiatan ‘Melestarikan kopi Liberika sebagai produk unggulan daerah’. Inisiatif tersebut hadir sebagai jawaban atas upaya revitalisasi produk lokal masyarakat Sepaku.
Ketua Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku, Sugiman, menyampaikan gagasan mengembalikan mutiara hitam ini merupakan tindak lanjut dari dialog saat Nusantara Liberica Coffee Exhibition.

“Kami dibawa kembali ke dunia ‘hitam’ (kopi). Dulu pernah menjadi primadona dan tulang punggung bagi keluarga kami. Dan, mengapa kami memilih kopi liberika? kopi ini khusus dan tahan banting. Kami berpikir kopi ini merupakan idola, tahan penyakit, bahkan mampu hidup di lahan gambut,” ujarnya.

Hal tersebut mendapat sambutan positif dari Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri.

“Kami menyampaikan ada enam orang sebagai pendamping dari kami. Saya harap di tahun depan, komunitas ini nantinya bisa menjadi supplier pertama oleh-oleh kopi khas Nusantara,” sebut Myrna.

Selain itu, dirinya menyebutkan adanya tiga spesies kopi Liberika yang ditanam, yaitu coffee liberica, coffee dewevrei (excelsa), dan coffee klainei.

Dalam kesempatan itu, Myrna pun melakukan survei sederhana mengenai produk konsumsi kopi harian kepada setiap peserta. Hasilnya, hanya satu orang yang mengonsumsi kopi hasil dari kebun pribadi, sementara sebagian besar lainnya masih mengonsumsi kopi hitam dari pabrikan.

Salah satu warga, Radyo, menyambut baik adanya upaya perencanaan pengelolaan usaha biji kopi ini. “Sekarang ini ‘kan produk kopi peminatnya banyak, pemasarannya jelas. Sementara, kalau dulu kan orangnya sulit memasarkan, maka itu, sekarang melalui program ini harapannya mendapatkan penampungan dan arahan yang lebih jelas,” ulasnya.

Melalui gerakan tersebut, Otorita IKN menegaskan komitmen untuk bergerak bersama masyarakat di wilayah delineasi. Dari usaha sederhana menampilkan berbagai produk kopi, kini masyarakat Sepaku menatap harapan baru yaitu menghadirkan kopi Liberika sebagai oleh-oleh khas pertama dari tanah Nusantara di tahun mendatang. (Humas OIKN)

Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI