NUSANTARA – Melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Kementerian Lingkungan Hidup mengajak publik menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya baru dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan itu merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran aksi iklim, kini tak selalu musti dengan teknologi canggih bahkan investasi bernilai jumbo.
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyampaikan komitmen itu dapat dimulai dari perubahan perilaku yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu. Semangat ‘No Generation Left Behind’ menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
“Tidak boleh ada satu generasi pun yang tertinggal dalam memahami, menghadapi, dan mengambil peran dalam mengatasi krisis lingkungan. Generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap lingkungan yang sehat, sumber daya alam yang lestari, dan kualitas hidup yang lebih baik,” jelas menteri dalam telekonferensi, Sabtu (6/6/2026).
Sementara itu, di Ibu Kota Nusantara (IKN), memilah sampah diklaim bukan lagi sebatas jargon. Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan IKN berkomitmen kuat mengelola minimal 60 persen sampah pakai prinsip Reduce, Reuse, Recycle atau 3R demi mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mendukung visi kota net-zero karbon. Pengelolaan sampah diwajibkan melalui pemilahan langsung sejak dari sumbernya.
“Nah per tahun ini kami juga sudah mulai untuk keluarga KIPP, tapi sifatnya masih himbauan kepada masyarakat untuk melakukan pemindaian sampah, terutama pengolahan sampah organik di rumah tangga masing-masing. Karena itu sangat penting,” ulasnya.
Untuk di KIPP sendiri sudah dilakukan sejak 2024 lalu. Kata Myrna, mengapa konsen di awal dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), hal tersebut sebagai upaya mencontohkan kebiasaan baik bagi publik.
“Mengapa dari KIPP, ini tentu sesuai arahan bapak kepala (Basuki Hadimuljono). Kita harus memberi contoh,” terang Myrna.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut untuk membentuk kebiasaan ASRI tentunya harus dilakukan melalui gerakan. Bersama dan kompak.
“Saya kira begitu. Ini harus bersama-sama, harus gerakan. Komitmennya harus keras,” jelas Basuki.
Apabila diperhatikan di KIPP sendiri sudah terdapat tempat sampah terpilah dengan warna hijau, merah, dan kuning. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di IKN menerapkan suplai sampah yang sudah terpilah.
Sekadar diketahui pemerintah akan terus memperkuat berbagai kebijakan dan program pengendalian perubahan iklim serta perlindungan lingkungan hidup untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun keberhasilan upaya tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





