SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tancap gas mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 yang bakal digelar di Kabupaten Paser.
Tidak mau kecolongan, KONI Kutim langsung membentuk Tim Verifikasi Cabang Olahraga (Cabor). Tim tersebut dipersiapkan sebagai ‘penyaring awa’ untuk memastikan seluruh atlet dan official yang akan diberangkatkan benar-benar memenuhi ketentuan administrasi sesuai regulasi Panitia Besar (PB) Porprov.
Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, menegaskan ketertiban administrasi menjadi fondasi utama sebelum berbicara target medali. Menurutnya Porprov bukan hanya soal kekuatan fisik dan teknik, tetapi soal kelengkapan dokumen.
“Tim ini dibentuk untuk memastikan atlet yang dikirim benar-benar putra-putri daerah atau telah memenuhi persyaratan domisili sesuai regulasi terbaru Porprov,” tegas Rudi Hartono saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Rudi mengingatkan persoalan administrasi sering menjadi bom waktu dalam ajang olahraga multi event. Apabila lalai, risikonya fatal. Mulai dari sanksi hingga diskualifikasi.
Dengan pembentukan tim verifikasi sejak dini, KONI Kutim berharap potensi masalah tersebut bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga atlet dapat fokus pada peningkatan prestasi tanpa dihantui persoalan legalitas.
Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Cabor KONI Kutim, Budiman Hading, menjelaskan tugas timnya tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen. Lebih dari itu, verifikasi dilakukan berlapis dan strategis.
Tidak hanya memvalidasi legalitas kependudukan atlet serta kesesuaian jumlah peserta pada tiap nomor pertandingan, tim akan melakukan pemetaan potensi Cabor yang menjadi andalan Kutai Timur.
“Selain verifikasi administrasi, kami akan memetakan cabang olahraga yang berpeluang besar menyumbang medali emas. Ini penting sebagai dasar penyusunan strategi kontingen Kutim di Porprov 2026,” pungkasnya.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





