NUSANTARA – Semester II 2026 ini, ditargetkan dua investor asing memulai progres konstruksi usai menyatakan minat dan tandatangan kerja sama bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Investor asal Tiongkok sudah memulai sebelumnya. Terdekat, PT Dian Jaya Indonesia akan segera menyusul.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan Dian Jaya merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Korea Selatan (Korsel). Anggaran yang ditanam lebih kurang investasi PT Star Bright.
“Totalnya lebih Rp1,25 triliun,” ungkap Basuki di lokasi konstruksi PT Star Bright di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B.
Dalam nilai investasinya, PT Dian Jaya Indonesia, anak usaha Dian Development Co., Ltd. asal Korea Selatan.akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di WP KIPP Sub WP 1B, tepatnya di kawasan Pusat Pendidikan (Education Precinct) dengan sub zona campuran kepadatan tinggi. Dian Jaya mendapat lokasi lahan lumayan luas, disebut mencapai 8 hektare.
“Dian Jaya itu ada 8 hektare. Jadi desainnya juga bagus, ada yang perkantoran, ada hotel,” sebut Basuki.
Kata Basuki, tahun ini pembangunan ekosistem kawasan akan jauh lebih baik. Citadel Group, asal Malaysia investasi sekitar Rp1 triliun. Selain PMA, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terus berprogres.
“Citadel itu Rp1 triliun. Jadi ya perlahan-lahan Mereka mulai masuk. PMDN pun juga masuk, Pelataran sudah mulai jalan juga. Kalau Plataran kan di depan rumah sakit (RSUP Kemenkes) itu juga sudah mulai membangun. Jadi Insya Allah ke depan ini lebih baik,” jelasnya.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





