JAKARTA – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap dugaan adanya mark up besar dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh melalui kanal YouTube pribadinya, Kamis (16/10/2025).
“Dugaan mark up-nya gini. Menurut pihak Indonesia, biaya per 1 kilometer kereta Whoosh itu 52 juta US dolar. Tapi di Cina sendiri hitungannya 17 sampai 18 US dolar. Naik tiga kali lipat kan,” ujar Mahfud.
Ia menyebut pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai Rp780 miliar, sementara utang proyek tersebut diperkirakan menembus Rp4 triliun pada tahun 2025.
Mahfud menyoroti bunga pinjaman yang melonjak dari 2 persen menjadi 3,4 persen, sehingga menambah beban pembayaran utang kepada Cina.
“Indonesia disepakati pada waktu itu berdasar hitung-hitungannya dari ahli UI dan UGM itu bisa dibangun dengan bunga 0,1 persen dengan Jepang. Tiba-tiba sesudah Jepang minta kenaikan sedikit gitu oleh pemerintah dibatalkan. Dipindah ke Cina dengan bunga 2 persen, tiba-tiba 2 persen dengan overrun pembengkakan kemudian menjadi 3,4 persen,” katanya.
Menanggapi hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Mahfud melaporkan secara resmi apabila memiliki bukti terkait dugaan korupsi proyek Whoosh agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
“KPK mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui informasi awal ataupun data awal terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi, maka silakan dapat menyampaikan aduan tersebut kepada KPK melalui saluran pengaduan masyarakat,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Budi menegaskan ucapan Mahfud tidak bisa diproses apabila belum disertai laporan resmi dan bukti pendukung. KPK akan memverifikasi setiap laporan yang masuk untuk memastikan sesuai dengan kewenangan lembaganya.
“Tentu laporan untuk dilengkapi juga dengan informasi dan data awal sehingga nanti dalam proses telaah dan verifikasinya menjadi lebih presisi,” ujarnya.
Budi memastikan KPK akan menganalisis setiap laporan masyarakat terkait dugaan korupsi proyek strategis nasional seperti Whoosh agar proses penyelidikan berjalan transparan dan akurat.
Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo





