Kukar Patahkan Dominasi Jawa-Bali, Bukti Kebangkitan Ketahanan Pangan dari Kalimantan

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan diri sebagai kekuatan baru di sektor ketahanan pangan nasional. Tahun 2025, Kukar berhasil menembus tiga besar Indeks Ketahanan Pangan Nasional, menduduki peringkat ketiga dan menjadi satu-satunya wakil Kalimantan di jajaran teratas yang selama ini didominasi wilayah Jawa dan Bali.

Capaian itu menandai tonggak penting dalam perjalanan pertanian Kukar, yang kini diakui sebagai daerah dengan sistem ketahanan pangan paling tangguh di Kalimantan. Lebih dari sekadar prestasi, hasil ini mencerminkan efektivitas strategi pembangunan berbasis pertanian yang telah dijalankan secara konsisten oleh pemerintah daerah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah kerja kolektif seluruh pihak pemerintah, penyuluh, dan petani yang telah menjaga ritme produksi pangan di tengah tantangan iklim dan fluktuasi ekonomi nasional.

“Sehari yang lalu kita diumumkan meraih peringkat ketiga. Juara satu dari Jawa, juara dua dari Bali, dan kita peringkat tiga dari Kalimantan, tepatnya Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya penghargaan itu bukan sekadar pengakuan atas kinerja pemerintah, melainkan apresiasi terhadap semangat petani Kukar yang terus menjaga ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

“Ini kebahagiaan besar bagi petani kita. Secara nasional, kerja keras mereka sudah dilihat dan diakui. Artinya, yang kita kerjakan selama ini sudah on track,” ujarnya.

Peringkat nasional tersebut menjadi bukti bahwa berbagai inovasi di sektor pertanian Kukar telah berjalan di jalur yang benar. Mulai dari penerapan sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), modernisasi alat pertanian, hingga peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan, semuanya berkontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas pangan.

Kukar kini tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur, tetapi sebagai contoh daerah yang berhasil menyeimbangkan produksi, ekologi, dan kesejahteraan petani. Dukungan teknologi, diversifikasi tanaman, serta manajemen rantai pasok pangan menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang kini mulai berbuah hasil.

Aulia menegaskan prestasi itu akan menjadi energi baru bagi Pemkab Kukar untuk memperluas cakupan program pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi berbasis pertanian.
“Catatan ini bukan hanya untuk pemerintah daerah, tapi juga OPD yang terlibat, serta para petani yang selama ini konsisten bekerja,” pungkasnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI