TENGGARONG — Cara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menjangkau pondok pesantren kini tidak lagi seremonial. Dari agenda halal bihalal, kunjungan berubah menjadi ruang evaluasi langsung di lapangan menyentuh kondisi riil hingga kebutuhan dasar pesantren.
Itulah yang tergambar saat Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mendatangi Pondok Pesantren Al-Huro, Selasa (31/3/2026). Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan disertai inspeksi untuk memastikan arah kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan lembaga pendidikan keagamaan.
“Hari ini Alhamdulillah kita bisa sampai ke Ponpes Al-Huro yang memang ini menjadi salah satu perhatian pemerintah Kabupaten Kukar ke depannya terutama untuk pembangunannya sebenarnya,” ujarnya.
Di tengah upaya penguatan sektor pendidikan berbasis keagamaan, Pemkab Kukar menempatkan pesantren sebagai simpul penting pembentukan sumber daya manusia. Rendi menegaskan pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan di atas kertas, tetapi lewat keterlibatan langsung di lapangan.
“Dan insya Allah juga kami pemerintah Kabupaten Kukar juga berkomitmen untuk seluruh Ponpes yang ada di Kukar untuk melahirkan bibit yang unggul dan pastinya kami akan hadir di setiap Ponpes yang ada di Kukar,” lanjutnya.
Komitmen itu telah dipayungi dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman Terbaik 2025–2029. Di dalamnya terdapat sejumlah program dedikasi yang secara spesifik mengatur dukungan terhadap keberlanjutan pesantren.
Pendekatan jemput bola menjadi pembeda. Halal bihalal yang sebelumnya terpusat di Pendopo Wakil Bupati kini diubah menjadi kunjungan langsung ke berbagai titik, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pondok pesantren.
“Selain daripada itu tujuan hari ini adalah untuk melaksanakan halal bihalal yang kami ubah sebenarnya yang awalnya terfokus di pendopo wakil bupati. Tapi kami ubah kami langsung yang berkunjung dari pintu ke pintu,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Inspeksi Mendadak (Sidak), termasuk meninjau kondisi bangunan dan fasilitas pesantren.
“Termasuk kemarin rangkaian halal bihalal di OPD kami kunjungan sekaligus rangkaikan dengan Sidak dan itu juga hari ini ke Ponpes sekaligus Sidak Ponpes kondisi bangunan dan juga halal bihalal,” katanya.
Di sisi lain, dukungan konkret pemerintah daerah tercermin dari penyaluran hibah. Berdasarkan data sementara, puluhan pondok pesantren di Kukar telah menerima bantuan tersebut, meski penyalurannya harus mengikuti regulasi dengan sistem jeda tahunan.
“Nah ini kami mau cross check sudah berapa Ponpes yang sudah menerima. Cuma data terakhir itu kurang lebih 49 atau 52 Ponpes yang sudah menerima sejauh ini,” jelasnya.
Agenda kunjungan pun tidak berhenti di satu titik. Rendi memastikan rangkaian kegiatan akan berlanjut ke sejumlah pesantren lain di sekitar Tenggarong, hingga panti asuhan dan wilayah pesisir seperti Anggana dan Muara Badak.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





