SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) resmi memasang status siaga satu dalam menghadapi ancaman El Nino tahun ini. Guna membentengi wilayah dari dampak kekeringan ekstrem, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor B-400.9.10.1/1362/Bup tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Fenomena El Nino 2026/2027.
Langkah taktis yang diambil per 15 Juli 2026 itu merujuk pada rilis resmi BMKG serta hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kutim pada 13 Juli 2026 lalu. Lewat aturan tersebut, bupati menginstruksikan seluruh instansi, pemerintah kecamatan, desa, sektor swasta, hingga kelompok relawan untuk bergerak bersama di bawah satu komando kesiapsiagaan.
“Dampak El Nino ini tidak main-main, mulai dari ancaman Karhutla, krisis air bersih, hingga terganggunya sektor pertanian yang berujung pada lonjakan harga pangan. Semua lini harus siap siaga,” tegas Ardiansyah.
Salah satu fokus utama dalam SE tersebut adalah pengetatan pengawasan di area hutan dan perkebunan. Pemkab Kutim menerapkan kebijakan pengawasan super ketat terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Guna memburu dan meminimalkan munculnya titik panas (hotspot), patroli terpadu langsung dilakukan di wilayah-wilayah rawan.
“Kami kerahkan kekuatan penuh. BPBD bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), TNI-Polri, pihak swasta (perusahaan), Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan lokal akan terus menyisir lapangan untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan,” tambahnya.
Selain fokus memadamkan api di lahan, Pemkab Kutim berupaya keras memadamkan potensi gejolak harga di dapur warga. Pasalnya, kemarau panjang akibat El Nino sangat rawan memicu gagal panen yang berujung pada melambungnya harga kebutuhan pokok.
Mengantisipasi hal itu, dinas terkait diinstruksikan memperkuat ketahanan pangan dengan mengamankan sumber air baku pertanian dan menyesuaikan pola tanam petani.
Tidak kalah penting, untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan mengamankan dompet warga dari inflasi, Pemkab Kutim akan mengoptimalkan Operasi Pasar Murah (OPM) serta Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala.
Sektor sosial dan kesehatan pun tak luput dari perhatian. Bupati mewanti-wanti potensi melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat debu dan asap. Untuk itu, seluruh puskesmas di Kutim diinstruksikan siaga penuh melayani warga terdampak cuaca ekstrem.
Sementara itu, pihak sekolah diminta peka terhadap kondisi udara di wilayah masing-masing. Apabila kualitas udara memburuk, sekolah diimbau segera membatasi atau meniadakan aktivitas luar ruangan (outdoor) siswa guna melindungi kesehatan anak-anak.
Pada akhir imbauannya, Ardiansyah mengajak masyarakat untuk proaktif mengawal kondisi lingkungan mereka.
Apabila melihat indikasi kebakaran hutan dan lahan, titik api, atau mulai mengalami krisis air bersih, warga diimbau segera menghubungi Call Center BPBD Kutim di nomor 0822-5003-4699 agar tindakan darurat bisa segera diturunkan.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





