SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggenjot realisasi pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program strategis pemerintah pusat. Sebanyak 116 gerai ditargetkan berdiri di seluruh wilayah Kutim untuk memperpendek rantai distribusi dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden yang bertujuan menghadirkan layanan kebutuhan dasar masyarakat secara merata hingga ke pelosok desa.
“Program ini diharapkan menjadi solusi untuk memperpendek rantai distribusi dan memastikan masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil, dapat memperoleh kebutuhan dasar dengan harga yang lebih murah dan mudah dijangkau,” ujar Ardiansyah.
Melalui gerai Koperasi Merah Putih, masyarakat nantinya dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok, mulai dari bahan pangan, obat-obatan hingga LPG. Kehadiran gerai tersebut diharapkan mampu menekan biaya distribusi yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya harga barang di daerah terpencil.
Ardiansyah mengungkapkan dari total target 116 gerai, sebanyak 17 unit telah selesai dibangun. Pemkab Kutim menargetkan seluruh gerai yang telah rampung dapat beroperasi secara serentak setelah adanya arahan dari pemerintah pusat.
Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, Koperasi Merah Putih diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi desa. Melalui aktivitas usaha yang dijalankan koperasi, peluang usaha dan perputaran ekonomi lokal diharapkan semakin meningkat.
“Kehadiran gerai-gerai tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Pada sisi lain, Pemkab Kutim melakukan penyesuaian lokasi pembangunan gerai di Kelurahan Teluk Lingga. Langkah itu diambil setelah adanya masukan dan penolakan dari pedagang pasar induk yang khawatir aktivitas usaha mereka terdampak.
Menurut Ardiansyah, pemerintah memilih mencari lokasi alternatif agar keberadaan Koperasi Merah Putih dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang telah lebih dulu berkembang.
Saat ini, lokasi pembangunan gerai di Kelurahan Teluk Lingga dan Singa Geweh masih menunggu penetapan lahan baru. Sementara itu, pembangunan gerai di sebagian besar desa lainnya telah siap untuk direalisasikan.
Pemkab Kutim berharap program tersebut tidak hanya mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, tetapi mampu menjaga stabilitas harga dan memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan.
Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo





