BERAU – Keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Berau dinilai sebagai kekayaan besar yang perlu dijaga dan dikelola dengan baik.
Karena itu, DPRD Berau mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar memberikan ruang yang setara bagi seluruh kelompok suku dan etnis dalam melestarikan budaya serta kesenian daerah.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menegaskan keberagaman yang ada di Bumi Batiwakkal bukan sekadar simbol, tetapi merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus dirawat bersama.
Menurutnya perkembangan Kabupaten Berau hingga saat ini tidak lepas dari kontribusi berbagai suku yang hidup dan menetap di daerah tersebut. Kehadiran masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda telah menjadi bagian dari dinamika sosial sekaligus memperkaya warna kebudayaan lokal.
“Setiap kebudayaan perlu ditampung. Kita punya Perda perlindungan juga. Berau memiliki kekayaan luar biasa. Hampir semua suku ada di Berau dan semuanya harus diberi kesempatan mengisi serta berkontribusi,” ujar Rudi, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan tingginya mobilitas penduduk menjadi salah satu faktor yang membuat Berau dihuni oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak warga yang datang karena alasan ekonomi, pekerjaan maupun faktor sosial lainnya, sehingga membawa serta bahasa, adat istiadat hingga kesenian dari daerah asal mereka.
Namun menurut Rudi, perpindahan tersebut tidak menghapus identitas budaya yang dimiliki oleh setiap kelompok masyarakat. Sebaliknya keberagaman itu justru harus dipandang sebagai potensi yang dapat memperkaya khasanah budaya di Kabupaten Berau.
“Mereka ingin tampil dan menunjukkan bahwa Indonesia memang kaya akan budaya. Maka Disbudpar harus mampu melihat dan memanfaatkan kekayaan ini,” katanya.
Ia menilai peran pemerintah daerah sangat penting dalam memastikan seluruh kelompok budaya memiliki kesempatan yang sama untuk mengekspresikan serta melestarikan tradisi yang mereka miliki. Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan kebudayaan, festival seni, hingga pembinaan komunitas budaya yang lebih terarah.
Menurutnya pemerintah daerah dapat diibaratkan sebagai ‘orang tua’ bagi seluruh kelompok masyarakat yang hidup di Berau. Oleh sebab itu, pemerintah perlu hadir memberikan dukungan serta fasilitas yang memadai agar keberagaman budaya dapat terus tumbuh secara positif.
Bentuk dukungan tersebut tidak hanya berupa penyelenggaraan kegiatan seremonial, tetapi melalui program pembinaan berkelanjutan, penyediaan ruang ekspresi bagi seniman daerah, hingga dukungan terhadap komunitas budaya yang aktif melestarikan tradisi.
Rudi optimistis apabila pengelolaan dan pembinaan kebudayaan dilakukan secara serius, maka keberagaman yang dimiliki Berau dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun identitas daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Ia menilai kekayaan budaya yang dimiliki berbagai suku di Berau dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama ketika dikemas dalam kegiatan seni dan budaya yang menarik serta berkelanjutan.
“Dengan dukungan yang tepat, keberagaman budaya ini bisa menjadi kekuatan bagi kemajuan daerah,” jelasnya.
Ia pun menegaskan pelestarian budaya tidak cukup hanya menjadi wacana atau slogan semata. Pemerintah daerah perlu menunjukkan komitmen nyata melalui kebijakan dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pelestarian budaya itu tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata. Harus ada tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya. (adv)
Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo





