Libur Sekolah MBG Tetap Jalan, Kepsek Nilai Kurang Efektif

TENGGARONG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan meski kegiatan belajar mengajar tengah memasuki masa libur sekolah. Namun kebijakan tersebut dinilai kurang efektif dan berpotensi membebani siswa maupun orang tua, karena siswa tetap harus datang ke sekolah hanya untuk mengambil paket makanan.

Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Huzaini, menyampaikan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru, distribusi MBG di sekolahnya tetap berjalan dengan pola tertentu menyesuaikan kalender libur.

“Di SMP 1 selama liburan ini masih dikasih dari hari Senin, Selasa, dan Rabu. Karena Kamis dan Jumat libur Natal. Minggu depannya Senin, Selasa, dan Rabu lagi. Jadi total selama libur ini sekitar enam kali pembagian,” jelasnya.

Ia menegaskan pembagian MBG tidak dilakukan setiap hari berturut-turut, melainkan dirangkap menyesuaikan hari aktif distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Setiap hari dapat, hanya saja karena minggu ini terpotong libur Natal, jadi Senin sampai Rabu dapat, tanggal merah libur, lalu lanjut lagi Senin berikutnya,” ujarnya.

Karena siswa sedang libur, mekanisme pengambilan MBG pun dilakukan secara mandiri. Sebagian siswa datang langsung ke sekolah, sementara lainnya diwakili orang tua.

“Sebagian anak-anak mengambil sendiri, ada juga yang diwakili orang tua. Tapi memang tidak semuanya, karena ada juga yang liburan ke luar kota jadi tidak bisa mengambil,” katanya.

Untuk paket MBG yang tidak diambil siswa, pihak sekolah menyebutkan umumnya tidak dikembalikan ke SPPG.

“Biasanya tidak dikembalikan. Ada teman-teman di sekolah yang ikut membantu membagikan, kemungkinan dikasihkan ke mereka,” ungkapnya.

Meski kebijakan tetap dijalankan, kepala sekolah menilai distribusi MBG saat masa libur sekolah kurang tepat apabila dilihat dari sisi efektivitas dan beban psikologis siswa.

“Menurut saya, kalau mau efektif, sebaiknya MBG diberikan di hari-hari efektif saja. Kalau libur ya libur sekalian, sehingga siswa tidak merasa terbebani harus datang ke sekolah hanya untuk mengambil MBG. Itu bisa memberatkan anak maupun orang tuanya,” tegasnya.

Namun demikian, pihak sekolah tetap melaksanakan kebijakan tersebut karena distribusi MBG sepenuhnya mengikuti ketentuan dari SPPG.

“Karena kebijakannya saat ini masih dibagikan saat libur, maka tetap kita ambil sesuai yang mereka berikan. Untuk teknisnya kami hanya mengikuti,” tambahnya.

Ia menjelaskan distribusi MBG di sekolah tetap didampingi petugas meski siswa libur.

“Setelah MBG dari SPPG sampai di sekolah, ada petugas dari guru dan tata usaha yang piket harian untuk mendampingi pembagian,” jelasnya.

Adapun waktu pembagian MBG tidak mengalami perubahan yakni tetap dilakukan pada pukul 10.00 WITA hingga 11.00 WITA.

Sementara itu, masa libur panjang siswa di SMPN 1 Tenggarong dijadwalkan hingga 3 Januari 2026 dan kegiatan belajar mengajar akan kembali aktif pada 5 Januari 2026.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI