BONTANG – Kasus yang melibatkan anak masih menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang. Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, perlunya pencegahan bagi yang perlu diketahui semua pihak.
Menurutnya persoalan yang menimpa anak tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga saja, tetapi menyangkut masa depan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.
Saeful mengatakan setiap kasus yang muncul perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat sistem perlindungan anak terutama dari sisi pencegahan. Ia menilai langkah antisipatif jauh lebih penting dibandingkan hanya fokus pada penanganan setelah kejadian terjadi.
“Perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika kasus sudah terjadi. Upaya pencegahan harus menjadi fokus utama seluruh pihak,” ungkapnya, Kamis 18/6/2026).
Menurutnya salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Peran keluarga dinilai menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, maupun tindakan yang dapat membahayakan tumbuh kembang anak.
Selain di lingkungan rumah, Saeful menekankan pentingnya pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan sosial. Ia mengingatkan anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk belajar, bermain, dan berinteraksi tanpa ancaman yang dapat merugikan mereka secara fisik maupun psikologis.
Lebih lanjut, Saeful turut mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, sekolah, lembaga perlindungan anak, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Menurutnya perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
“Diperlukan sistem perlindungan yang terintegrasi dan melibatkan semua unsur. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa memperkuat upaya pencegahan dan memastikan anak-anak mendapatkan hak mereka untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman,” jelasnya.
Saeful berharap berbagai pihak dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap isu perlindungan anak dan menjadikan pencegahan sebagai prioritas utama. Dengan langkah tersebut, diharapkan kasus-kasus yang melibatkan anak dapat diminimalkan dan generasi muda Bontang dapat tumbuh serta berkembang secara optimal. (rm/adv)
Editor: Yahya Yabo





