TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program-program dedikasi Kukar Idaman Terbaik tetap dijalankan meski kondisi fiskal sedang menghadapi tekanan akibat rendahnya realisasi transfer dana dari pemerintah pusat.
Hingga Juni 2026, transfer pusat ke daerah disebut baru mencapai sekitar 23 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih cermat mengelola keuangan sekaligus menjaga agar program prioritas yang telah dijanjikan kepada masyarakat tetap berjalan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, menegaskan tekanan fiskal yang terjadi tidak akan mengubah komitmen pemerintah daerah terhadap program-program dedikasi Kukar Idaman Terbaik, termasuk Program RT-Ku Terbaik yang menjadi salah satu program unggulan saat ini.
Menurutnya pemerintah daerah tetap berupaya menjalankan seluruh program yang telah direncanakan, meski pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Artinya kalau sekarang program itu kita akan laksanakan, ya kita akan laksanakan. Tapi mungkin bertahap sesuai dengan kemampuan-kemampuan daerah yang ada,” kata Sunggono.
Program RT-Ku Terbaik merupakan pengembangan dari skema bantuan RT yang sebelumnya dijalankan pada masa kepemimpinan Edi Damansyah. Apabila sebelumnya setiap RT menerima bantuan Rp50 juta per tahun, melalui program baru ini alokasinya meningkat menjadi Rp150 juta per tahun.
Peningkatan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan berbasis lingkungan sekaligus mempercepat pemberdayaan masyarakat di tingkat rukun tetangga.
Sunggono menjelaskan program tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir penyelesaian regulasi. Karena itu, pelaksanaannya dipastikan segera dimulai dalam waktu dekat.
Ia mengatakan program tersebut pada dasarnya sudah memasuki tahap pelaksanaan. Hanya saja, realisasi di lapangan masih dilakukan secara bertahap seiring penyesuaian kemampuan fiskal daerah.
“Sudah mau going ini, karena kemarin kan masih diregulasi. Sudah mau going ini,” ujarnya.
Target pemerintah daerah seluruh pelaksanaan program dapat berjalan pada tahun ini sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan.
“Ya targetnya kalau sesuai dengan kinerja pemerintah daerah ya harus tahun ini sudah jalan semuanya,” kata Sunggono.
Meski memastikan program dedikasi tetap aman, Sunggono tidak menampik kondisi fiskal saat ini berpengaruh terhadap percepatan pelaksanaan sejumlah program pembangunan.
Menurutnya dampak yang paling terasa bukan pada perubahan kebijakan ataupun penghentian program, melainkan pada kecepatan realisasi di lapangan.
Pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian agar belanja daerah tetap terkendali sembari menunggu transfer dana dari pemerintah pusat berjalan lebih optimal.
Kendati demikian, ia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk menjaga seluruh program dedikasi tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Ya kalau berdampak dalam artian percepatan atau kecepatan realisasi pasti ya,” sebutnya.
Sunggono memastikan secara prinsip dan komitmen tidak ada perubahan terhadap arah kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Tetap kita upayakan semua program dedikasi bisa kita masukan,” tegasnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





