May Day 2026, KASBI dan Aliansi GEBRAK Siapkan Aksi 10 Ribu Massa Buruh di DPR RI

JAKARTA – Konfederasi KASBI bersama Aliansi GEBRAK akan menggelar aksi unjuk rasa dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Aksi direncanakan berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jakarta dengan estimasi massa mencapai 10.000 orang.

Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno, menyatakan aksi tersebut membawa tema perjuangan buruh yang menyoroti ketimpangan sistem kerja dan kesejahteraan.

Sunarno menegaskan aksi itu digelar secara mandiri dan tidak bergabung dengan kegiatan May Day Fiesta di Monas.

“Bahwa aksi ini sebagai aksi yang mandiri-independen dan berbeda dengan perayaan May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas yang syarat dengan narasi mainstrem dan koptasi kekuasaan,” kata Sunarno dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Ia menilai kondisi buruh saat ini masih memprihatinkan, terutama terkait kepastian kerja yang semakin tidak jelas akibat sistem fleksibilitas pasar tenaga kerja.

“Artinya kaum buruh semakin sulit untuk mendapatkan status sebagai pekerja tetap,” ujarnya.

Ia menilai sistem kerja yang berlaku saat ini justru memperkuat ketidakpastian kerja dan melemahkan perlindungan terhadap buruh.

“Hal ini diperkuat dengan regulasi UU Cipta Kerja dan PP 35/2021, sehingga pelanggaran hak-hak normatif buruh makin masif terjadi di berbagai sektor,” ucapnya.

Selain itu, Sunarno menyoroti arah kebijakan pemerintah yang dinilai membuka ruang militerisme di ranah sipil.

“Bahkan dalam menyikapi kritik dan pendapat rakyat yang berbeda pandangan sering kali menggunakan tindakan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat selama hampir 2 tahun terakhir,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, KASBI dan Aliansi GEBRAK membawa sejumlah tuntutan, mulai dari reformasi undang-undang ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, hingga penerapan upah layak nasional.

Mereka menuntut penghentian PHK massal, perlindungan bagi buruh perempuan dan disabilitas, serta jaminan pendidikan dan kesehatan gratis.

Sunarno menegaskan May Day harus dimaknai sebagai momentum perjuangan, bukan sekadar seremoni tahunan.

Aksi serupa akan digelar di berbagai daerah sebagai bentuk konsolidasi gerakan buruh nasional.

Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI