Oleh: Tontong Bhakti Sihombing
Kepala Biro Media Kaltim Kabupaten Paser
Tulisan seorang wartawan merupakan bagian dari identitasnya. Setiap artikel, laporan, atau analisis yang dipublikasikan mencerminkan caranya melihat dunia, nilai-nilai yang dianut, dan caranya menjalankan tugas.
Wartawan bukan sekadar pembawa pesan, melainkan seorang penghubung antara kenyataan dengan pembaca. Apa yang ditulis, bagaimana menulisnya, dan sudut pandang yang dipilih, semuanya membentuk citra profesi seorang wartawan di mata publik.
Saya sendiri sudah menjadi wartawan sejak pertengahan 2018. Di Media Kaltim, saya sudah empat tahun bertugas. Artinya, selama delapan tahun menjadi wartawan, setengah perjalanan saya berada di bawah naungan Media Kaltim.
Media Kaltim sudah menjadi rumah, tempat saya mencerminkan cara saya melihat dunia. Sementara setengah perjalanan sebelumnya menjadi waktu bagi saya untuk mempelajari dan menemukan cara membangun identitas melalui tulisan.
Selama berada di Media Kaltim dan bertugas di Kabupaten Paser, beberapa hal yang menonjol, terutama peristiwa hukum dan politik, menjadi isu yang paling bergairah untuk saya liput. Sejumlah dugaan kasus, mulai dari tindak pidana korupsi, kriminal, hingga berbagai fenomena sosial masyarakat, saya tuliskan.
Namun begitu, sebagai salah satu daerah dengan ragam peristiwa, saya tidak melulu berkutat menyajikan berita-berita tersebut. Sebab, peristiwa seperti itu juga bisa dihitung dengan jari. Dari situlah Media Kaltim menjadi wadah yang mampu mencakup seluruh segmentasi pemberitaan.
Menjadi wartawan yang dikenal karena tulisannya bukanlah hal yang instan. Itu adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dedikasi, komitmen, dan keinginan untuk terus belajar. Wartawan harus terus mengasah kemampuan menulisnya, dan itu sangat saya dapatkan di Media Kaltim.
Menjadi wartawan Media Kaltim juga tidak hanya memperkaya keterampilan saya dalam menulis. Media Kaltim menjadi tempat saya beradaptasi dengan dinamika zaman yang terus berubah.
Di zaman digital ini, ketika informasi bergerak sangat cepat, kemampuan untuk menulis dengan jelas dan berimbang menjadi sangat penting. Media Kaltim pun menyelaraskan hal itu. Saya berada di tempat yang setiap hasil liputannya dikemas sesuai kebutuhan publik saat ini.
Tidak hanya melalui portal berita, media sosial juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai konten hasil liputan. Yang menarik, Media Kaltim memiliki e-paper yang terbit setiap hari dan dapat diakses secara gratis. Inovasi ini semakin menguatkan identitas saya yang dapat dikenal oleh siapa saja yang membaca tulisan-tulisan saya. (*)





