SAMARINDA – Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, memulai tahun ajaran baru dengan penyelenggaraan Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) 2025 di Gedung Masjaya, Ruang Teater, lantai 3. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru, tetapi sarana strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai pembelajaran di Administrasi Bisnis yang menekankan kesadaran lingkungan dan kesiapan menghadapi dunia kerja melalui pembelajaran berbasis proyek.
Pada tahun ini, MOMB Prodi Administrasi Bisnis, dirancang selaras dengan visi Prodi yang mengintegrasikan keberlanjutan (sustainability) dan praktik dunia nyata ke dalam proses belajar. Sejak hari pertama, mahasiswa baru telah diperkenalkan pada budaya ramah lingkungan yang menjadi identitas kampus hijau (green campus). Peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai. Sementara seluruh sertifikat dan materi kegiatan dibagikan secara digital berbasis no paper. Kebijakan tersebut merupakan langkah nyata mendukung gerakan pengurangan jejak karbon sekaligus mengajarkan mahasiswa inovasi sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten.
Selain menanamkan kesadaran lingkungan, MOMB menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk memahami pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di Administrasi Bisnis. Melalui pemaparan kurikulum oleh Wira Bharata, mahasiswa diperkenalkan pada skema Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), di mana pada semester 5 dan 6, mahasiswa akan menjalani program magang di perusahaan.
“Program ini dirancang untuk mengasah keterampilan manajemen proyek, komunikasi profesional, dan pemecahan masalah berbasis kasus nyata di dunia kerja,” kata Wira Bharata.
Talk show inspiratif dan workshop sosial yang dihadirkan pada MOMB menggambarkan model pembelajaran yang kolaboratif, praktis, dan relevan dengan tantangan industri. Mahasiswa diajak melihat perkuliahan bukan hanya sebagai transfer pengetahuan di ruang kelas, tetapi sebagai kesempatan membangun portofolio nyata melalui proyek bisnis, inovasi sosial, hingga magang profesional.
Dekan Fisip, Dr Finnah Fourqoniah, menegaskan kombinasi antara kesadaran lingkungan dan keterampilan berbasis proyek merupakan bekal penting bagi lulusan untuk bersaing secara global.
“Kami ingin mahasiswa administrasi bisnis tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi berkarakter, adaptif, peduli lingkungan, dan siap terjun ke dunia kerja dengan pengalaman nyata,” jelasnya.
Dengan penerapan prinsip green campus sejak masa orientasi dan pemahaman awal mengenai project based learning serta program magang MBKM, mahasiswa baru Administrasi Bisnis 2025 diharapkan mampu menjadi generasi yang memadukan keberlanjutan dengan produktivitas, serta bergerak cerdas untuk memberi dampak nyata di masyarakat.
Editor: Yahya Yabo





