SAMARINDA – Tepat pada Jumat (9/1/2026) Provinsi Kalimantan Timur merayakan hari jadi yang ke-69. Provinsi yang terbentuk berdasarkan UU No. 25 Tahun 1956, tentu memiliki banyak tantangan dan harapan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, memberikan apresiasinya sekaligus harapannya. Menurutnya di usia yang tidak lagi muda, Kaltim harus berbenah utamanya dalam meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jadi usianya sudah tidak muda lagi ya. Sudah dewasa. Tentu kita berharap bisa dewasa juga dalam apa namanya APBD ‘kan, paling tidak kita bisa berdiri di kaki kita sendiri dengan pendapatan asli daerah sendiri gitu,” ujarnya saat diwawancarai di Komplek DPRD Kaltim, Samarinda.
Sebagaimana yang diketahui, Kaltim merupakan salah satu provinsi penyumbang dana ke pusat paling besar. Namun demikian, akibat efisiensi yang berlaku di rezim Prabowo, terdapat potongan sebesar 70 persen lebih pada Dana Bagi Hasil (DBH). Sehingga Kaltim pada 2026 hanya memiliki anggaran Rp15 triliun yang seharusnya dapat mencapai Rp 21 triliun.
“Ya kalau memang ada DBH ataupun dana alokasi yang lain itu adalah bonus, tapi kita berharap ke depan Kaltim bisa berdiri dengan APBD sendiri. Karena memang Kaltim sejak berdiri kontribusi ke pendapatan PDRB. Ya kita masuk 5 besar terus dari 36 provinsi,” sebutnya.
Dengan hadirnya efisiensi tersebut, dirinya berharap Kaltim mampu memaksimalkan sektor-sektor yang dapat menyumbang PAD. Ia pun menekankan efisiensi yang diberlakukan lebih tepat disebut alokasi dana ke pusat.
“Adanya kemarin di provinsi lebih banyak masuk ke pusat, ini sebenarnya bukan efisiensi tapi alokasi,” jelasnya.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





