Mudyat Noor Jelaskan Strategi Perluas Layanan Air Bersih, Mulai Kolaborasi OIKN hingga Bangun Embung

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan Pemerintah Kabupaten PPU terus berupaya meningkatkan cakupan layanan air bersih meski dihadapkan pada keterbatasan sumber air baku, infrastruktur, serta kondisi fiskal daerah.

Menurutnya karakteristik wilayah PPU yang luas mencapai sekitar 3.300 kilometer persegi dengan persebaran penduduk yang berjauhan membuat pengembangan jaringan air bersih jauh lebih kompleks dibandingkan daerah perkotaan.

“Kalau kabupaten seperti Penajam Paser Utara ini wilayahnya sangat luas dengan penduduk yang tersebar. Secara hitungan bisnis tentu berbeda dengan kota-kota seperti Balikpapan, Samarinda atau Bontang yang penduduknya lebih terkonsentrasi, sehingga pengembangan jaringan lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Selain luas wilayah, keterbatasan sumber air baku dan kondisi jaringan perpipaan yang masih terbatas menjadi tantangan utama dalam meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum Danum Taka.

Meski demikian, ia mengapresiasi kinerja Perumda yang dinilai terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Cakupan layanan yang sebelumnya berada di bawah 40 persen kini telah melampaui angka tersebut.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun pelayanan terus meningkat. Dulu cakupannya masih di bawah 40 persen, sekarang sudah di atas 40 persen. Ini menunjukkan ada kemajuan yang harus terus kita tingkatkan,” katanya.

Lanjutnya Pemkab PPU terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menambah sumber air baku. Salah satunya melalui kerja sama dengan Pertamina di wilayah Lawe-lawe, serta penjajakan kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk memanfaatkan kolam yang berada di kawasan IKN sebagai sumber air bagi wilayah Jenebora, Maridan, Pantai Lango, dan Gresik.

“Kami sedang berproses bersama OIKN untuk memanfaatkan kolam yang mereka miliki agar dapat memenuhi kebutuhan air bersih di beberapa wilayah tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah berencana mengembangkan embung baru yang terhubung dengan embung eksisting di kawasan Lawe-lawe guna meningkatkan kapasitas tampungan air. Upaya serupa dilakukan di Kecamatan Waru dengan memaksimalkan potensi sumber air yang ada sebagai bahan baku produksi air bersih.

“Kita terus mencari sumber-sumber air baku baru. Di Lawe-lawe ada rencana membangun embung tambahan yang tersambung dengan embung yang sudah ada, sedangkan di Waru kita melihat potensi peningkatan kapasitas produksi air bersih,” jelasnya.

Ia berharap peningkatan kapasitas produksi dan pembangunan infrastruktur secara bertahap mampu mendorong cakupan layanan Perumda Air Minum Danum Taka hingga melampaui 60 persen dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berharap pelayanan terus meningkat, baik kualitas maupun kuantitasnya. Target kami dalam beberapa tahun ke depan cakupan layanan air bersih bisa mencapai lebih dari 60 persen,” tegasnya.

Untuk wilayah yang belum memungkinkan dijangkau jaringan perpipaan, Pemkab PPU akan terus mengembangkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Menurutnya program tersebut menjadi solusi bagi daerah-daerah terpencil yang secara teknis belum dapat dilayani jaringan perpipaan.

“Karena luas wilayah kita sangat besar, tidak semua daerah bisa langsung dijangkau jaringan perpipaan. Untuk itu Pamsimas masih menjadi solusi agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih,” jelas Mudyat Noor.

Pewarta: Deddy Pz
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI