JAKARTA — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, membantah berbagai tudingan yang muncul dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
Usai persidangan, Nadiem menyatakan sejumlah isu yang beredar sejak awal proses hukum merupakan informasi tidak benar, termasuk soal dugaan adanya percakapan dalam grup WhatsApp terkait pengaturan pengadaan laptop.
“Seperti yang kita tahu bahwa dari awal ada mengenai mas menteri WA Group di mana ada perbincangan mengenai pengadaan laptop itu ternyata hoaks, tidak pernah ada,” ujar Nadiem usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).
“Lalu ada hoaks lagi laptop kelompok seharga 10 juta ternyata harganya dibeli Rp5,5 juta dan bahkan semua vendor bilang harga cost-nya saja Rp3,7 juta sampai Rp3,8 juta belum dijual ke distributor,” imbuhnya.
Ia menyoroti tuduhan yang menyebut dirinya menerima keuntungan sebesar Rp809 miliar. Menurutnya seluruh saksi yang telah dihadirkan di persidangan tidak membenarkan tuduhan tersebut.
“Hari ini, semua saksi telah membuktikan dan menyebutkan, menyuarakan bahwa tuduhan saya menerima keuntungan Rp809 miliar itu adalah bohong ternyata transaksi itu tidak melibatkan saya, semua saksi bilang saya tidak menerima sepeser pun,” katanya.
Nadiem menjelaskan transaksi yang dipersoalkan merupakan transaksi korporasi antar anak perusahaan Gojek dan bukan transaksi yang melibatkan dirinya secara pribadi.
“Bahkan itu transaksi korporasi utang piutang antara 2 anak perusahaan Gojek yang uangnya cuma bolak-balik saya tidak menerima sepeser pun uang itu saya tidak menerima keuntungan ekonomi apa pun dari transaksi itu,” tegasnya.
Ia mengaku bersyukur karena dalam setiap persidangan, menurutnya fakta-fakta yang terungkap semakin memperjelas duduk perkara.
“Jadi alhamdulillah hari ini semua saksi dan sidang-sidang saya sebelumnya selalu menyebut kebenaran. Karena itulah saya ingin bersyukur di bulan Ramadan ini kepada Allah untuk selalu setiap sidang kebenaran dibuka lagi, dibuka lagi, dibuka lagi terima kasih dan mohon doanya,” jelas Nadiem.
Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo





