NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memasang target besar dalam pembangunan ke depan. Yakni menargetkan kemiskinan nol (0) persen pada 2035. Salah satu upaya meraih target, ekosistem pertumbuhan di delineasi IKN terus digenjot dengan pola digitalisasi.
Selaras dengan itu, Otorita IKN menggelar lokakarya Literasi Keuangan Digital dan Edukasi Legalitas Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi pengusaha UMKM dimulai 3 Februari hingga 6 Februari 2026 dalam 2 batch. Masing-masing batch mengikuti pelatihan selama 2 hari.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, menyampaikan melalui workshop tersebut, pelaku-pelaku UMKM dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih maju, profesional, dan berdaya saing tinggi.
“Harapannya nanti mampu berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah IKN,” terang Conrita.
Kegiatan digelar di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan delineasi IKN.
Batch pertama dihelat 3-4 Februari 2026 di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja. Sementara batch kedua 5-6 Februari 2026 bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kecamatan Samboja Barat.
Workshop diikuti 120 pengusaha UMKM, terdiri atas 60 peserta dari Kecamatan Samboja dan 60 peserta dari Kecamatan Samboja Barat.
“Kedua kecamatan ini merupakan wilayah delineasi IKN yang memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga, dengan cakupan 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja dan 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja Barat,” terangnya.
Peserta dibekali pemahaman manajemen keuangan berbasis digital serta edukasi legalitas usaha guna mendorong UMKM yang lebih akuntabel, profesional, dan berdaya saing. Sasarannya yakni promosi usaha, penyaluran insentif, program pelatihan, hingga penjualan dapat intens dilakukan via Daring.
Otorita IKN berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam kegiatan tersebut. Keduanya berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM agar mampu berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi wilayah penyangga.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





