Paser – Insiden kebakaran hebat menghanguskan sebagian bangunan SD Negeri 021 Kuaro yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Minggu (20/8/2025) dini hari.
Dari total enam ruang kelas, sebanyak tiga ruang kelas dan satu gudang barang ludes dilalap api. Informasi ini disampaikan oleh Maria, seorang guru kelas 2 yang turut prihatin dampak kebakaran tersebut.
“Kejadian itu terjadi pada tengah malam. Kami diberitahu warga yang sedang menonton kuda lumping, kemudian mereka semua ikut membantu,” ungkap Maria.
Maria menjelaskan berdasarkan pernyataan pihak berwenang, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
“Dugaan karena korsleting listrik. Kami tidak tahu dari bagian gudang atau kelas, tahu-tahu api sudah besar saja dan cepat menghanguskan seluruh bangunan,” tuturnya.
Akibat peristiwa ini, sistem pembelajaran di sekolah mengalami perubahan sementara. Siswa kelas 2 yang berjumlah 13 orang kini harus berbagi ruang dengan siswa kelas 4 dengan cara disekat. Serupa dengan itu, 8 siswa kelas 3 digabungkan dengan kelas 6.
Untuk siswa kelas 1 yang berjumlah 8 orang, proses belajar dipindahkan ke ruang perpustakaan. Hal ini karena ruang kelas 5 saat ini digunakan sebagai lokasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan tidak memungkinkan untuk disekat karena adanya peralatan komputer.
“Untuk sementara, sesuai arahan dari Disdikbud, kami menyekat kelas menjadi dua agar bisa belajar bersama. Kami juga sedang mencatat kerugian aset yang nantinya akan diserahkan ke Dinas Sosial,” tutur Maria.
Sementara para siswa terpaksa menikmati kondisi belajar ini, rencana pembangunan kembali gedung sekolah telah disiapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser pada 2026.
“Karena sudah mendapatkan kunjungan dari kepala Disdikbud Paser dan Kadis juga menyampaikan akan membangunkan kembali gedung yang baru pada tahun 2026. Semoga cepat terealisasi,” kata Maria.
Pewarta: Abika Ramadhan
Editor: Yahya Yabo





