PPU – Organisasi kemasyarakatan berbasis budaya, Pasukan Merah Tameng Adat Borneo (TAB), resmi memperkuat eksistensinya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang berlangsung di Pantai Nusantara Batakan, Balikpapan, pada 30 Mei hingga 31 Mei 2026.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua Umum TAB, Basuki, selaku Panglima Besar Tameng Adat Borneo, sebagai penanda resmi berdirinya kepengurusan TAB di Kabupaten PPU.
Ketua TAB PPU, Budi Hermawan, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai daerah yang datang untuk memberikan dukungan terhadap organisasi yang mengusung semangat persatuan adat dan budaya Kalimantan tersebut.
Menurutnya tanggal 30 Mei 2026 menjadi tonggak sejarah berdirinya TAB PPU secara simbolis. Namun pelantikan besar dan deklarasi resmi kepada masyarakat akan digelar pada Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 Tameng Adat Borneo tingkat Kalimantan.
“Nantinya kegiatan besar akan dilaksanakan pada Oktober 2026. Kami menargetkan kehadiran perwakilan dari lima provinsi di Kalimantan untuk bersama-sama memeriahkan kegiatan tersebut di Penajam Paser Utara,” jelasnya.
Ia menjelaskan TAB hadir sebagai simbol persatuan dan kesatuan masyarakat adat serta suku asli Kalimantan. Organisasi tersebut tidak dibentuk untuk bersaing dengan organisasi adat maupun paguyuban yang telah ada, melainkan menjadi wadah memperkuat persaudaraan dan kolaborasi lintas budaya.
“TAB hadir bukan untuk menjadi saingan organisasi mana pun. Kami ingin menjadi kekuatan baru yang mampu mempererat persaudaraan dan mendukung pembangunan di Penajam Paser Utara,” katanya.
Meski mengusung identitas budaya Borneo, TAB disebut terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen menjaga nilai-nilai budaya, persatuan, dan kebersamaan.
Untuk ke depan, TAB PPU berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga nilai sosial budaya masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada setiap kegiatan, TAB mengusung salam budaya ‘Adil Ka’tilino, Bacuramin Ka’saruga, Basengat Ka’Jubata’ yang bermakna berlaku adil kepada sesama manusia, menjadikan nilai-nilai surga sebagai cermin kehidupan, serta senantiasa hidup dalam tuntunan Tuhan.
“Filosofi ini menjadi pegangan kami dalam menjalankan organisasi dan berkontribusi untuk masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kehadiran TAB dapat menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta memperkuat identitas masyarakat Kalimantan di tengah arus perubahan yang dibawa pembangunan IKN.
Pewarta: Deddy Pz
Editor: Yahya Yabo





