SAMARINDA – Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026 masih terus bergulir dan belum menemukan titik temu. Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PDI-Perjuangan, M. Samsun, menegaskan fraksinya tetap konsisten mendukung APBD selama anggaran yang disusun benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ditemui di Gedung Utama B DPRD Kaltim, Jumat (21/11/2025), Samsun menepis isu mengenai Fraksi PDI-Perjuangan menolak keras dana aspirasi.
Menurutnya bukan soal menolak atau menerima, melainkan bagaimana memastikan formulasi anggaran tidak keluar dari semangat kerakyatan.
“Bukan berarti kami menolak keras. Kemarin kita sudah mengesahkan KUA-PPAS, tapi sekarang ada pergeseran karena pengurangan TKD. Ini yang harus kita upayakan supaya TKD tetap maksimal sehingga program-program kerakyatan tetap berjalan,” jelas Samsun.
Ia menegaskan Fraksi PDI-Perjuangan tetap mendukung APBD selama alokasinya benar-benar memihak rakyat dan tidak terjebak pada dominasi belanja operasional.
“Selama itu pro rakyat, anggaran maksimal untuk rakyat, ya kita dukung. Tapi kalau anggaran tidak maksimal buat rakyat dan malah banyak terserap ke biaya operasional pegawai, itu yang kita kritisi,” tambahnya.
Samsun mengungkapkan ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang porsi belanja pegawainya mencapai 80 persen dari total anggaran OPD. Kondisi tersebut, menurutnya menunjukkan program pembangunan dan layanan publik menjadi sangat minim.
“Kalau 80 persen untuk operasional, program kerakyatannya di mana? Yang tersisa cuma 20 persen dan itu pun belum tentu benar-benar program kerakyatan. Ini harus ditelaah betul-betul,” tegasnya.
Ia menambahkan dinamika pembahasan APBD kemungkinan membuat penyampaian nota keuangan mengalami keterlambatan. Namun, Fraksi PDI-Perjuangan tetap mendorong agar proses finalisasi dilakukan secara cermat agar tidak merugikan masyarakat.
Samsun menegaskan prioritas mereka sederhana yakni APBD harus kuat di program rakyat, bukan habis di meja birokrasi.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





