TENGGARONG – Peta kekuatan politik di Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini tidak hanya tergambar dari hasil Pemilu legislatif 2024, tetapi dari nominal bantuan keuangan yang digelontorkan pemerintah daerah. Kabar baik pun datang untuk partai politik, nilai bantuan per suara sah resmi naik dua kali lipat, dari Rp3.800 menjadi Rp8.000.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, menyebut kenaikan ini telah melalui proses panjang sejak tahun lalu, dan kini resmi diberlakukan. “Alhamdulillah, usulan penyesuaian disetujui Pemprov Kaltim. Proses pencairan sudah mulai dilakukan,” ujarnya, Jumat (11/7/2025).
Kenaikan ini mengakhiri stagnasi lebih dari 10 tahun. Tahun ini, total dana yang dikucurkan untuk bantuan keuangan Parpol mencapai Rp3,2 miliar, berasal dari alokasi APBD Kukar. Dana ini hanya diberikan kepada partai yang memiliki kursi di DPRD Kukar.
Menariknya, jumlah Parpol penerima turun dari 10 menjadi 7 partai pada periode 2024–2029. Dana dihitung berdasarkan perolehan suara sah hasil pleno KPU Kukar. Dari data itu, PDIP keluar sebagai penerima dana terbanyak yakni Rp1,16 miliar, berkat 145.613 suara dan 16 kursi legislatif.
Diikuti Partai Golkar dengan Rp600,8 juta (75.106 suara), Gerindra Rp479,5 juta (59.949 suara), dan PAN Rp293,8 juta (36.725 suara). Selanjutnya NasDem memperoleh Rp270,7 juta, PKB Rp239,7 juta, dan PKS menerima Rp152,5 juta.
“Dana ini dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan partai, pendidikan politik kader dan masyarakat, serta penguatan fungsi kelembagaan. Jadi bukan untuk hal-hal konsumtif,” jelas Rinda.
Ia mengingatkan partai yang tidak memiliki kursi DPRD Kukar otomatis tidak berhak menerima bantuan ini, sebagaimana diatur dalam regulasi. Kenaikan nilai bantuan diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja politik, mendorong transparansi, serta memperluas pendidikan politik di tengah masyarakat.
Dengan komposisi dana seperti ini, distribusi kekuatan politik di Kukar bukan hanya tercermin dari jumlah kursi, tetapi dari sejauh mana partai bisa memanfaatkan dukungan anggaran untuk memperkuat peran mereka di tengah publik. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





